
Harga emas bergerak fluktuatif pada perdagangan Rabu (29/7), tetapi masih mampu bertahan di atas level psikologis US$4.000 per troy ounce. Investor cenderung menahan posisi menjelang keputusan suku bunga Federal Reserve yang akan diumumkan malam ini. Kondisi tersebut membuat pergerakan emas relatif terbatas karena pasar menunggu petunjuk lebih jelas mengenai arah kebijakan moneter Amerika Serikat.
Pergerakan emas juga dipengaruhi kembali meningkatnya ketegangan di Timur Tengah. Iran dilaporkan meluncurkan rudal ke pangkalan Amerika Serikat di Yordania, sementara AS dan Arab Saudi melakukan serangan terhadap kelompok yang didukung Iran di Irak. Eskalasi tersebut meningkatkan permintaan terhadap aset safe haven dan pada saat yang sama mendorong kekhawatiran mengenai pasokan energi global.
Untuk mendapatkan informasi terbaru mengenai pergerakan emas, minyak, dan perkembangan pasar global, Anda dapat mengikuti berita terkini melalui Newsmaker.id.
Ketegangan geopolitik turut mendorong harga minyak kembali menguat setelah mengalami penurunan selama tiga hari berturut-turut. WTI diperdagangkan di sekitar US$83 per barel dan sempat melonjak lebih dari 5,5%. Kenaikan harga energi menjadi perhatian karena dapat meningkatkan tekanan inflasi dan memengaruhi pertimbangan Federal Reserve dalam menentukan kebijakan suku bunga.
Ikuti juga berbagai update terbaru seputar pasar finansial dan aktivitas PT. Equityworld Futures Praxis Surabaya melalui Instagram resmi EWF Praxis.
Indeks Dolar AS juga bertahan kuat di sekitar 101,45. Dolar mendapatkan dukungan dari ekspektasi bahwa The Fed masih akan mempertahankan kebijakan moneter ketat serta meningkatnya permintaan terhadap aset safe haven akibat konflik. Penguatan dolar menjadi salah satu faktor yang berpotensi membatasi kenaikan emas karena membuat logam mulia tersebut relatif lebih mahal bagi pembeli di luar Amerika Serikat.
Federal Reserve diperkirakan mempertahankan suku bunga pada kisaran 3,50%–3,75%. Namun, pasar masih memperhitungkan peluang sekitar 31% bahwa bank sentral akan menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin. Jika The Fed mempertahankan suku bunga tetapi memberikan sinyal hawkish, emas berpotensi kembali menghadapi tekanan dan menguji level di bawah US$4.000. Sebaliknya, apabila bank sentral memberikan pernyataan yang lebih dovish, dolar berpotensi melemah dan membuka ruang bagi pemulihan harga emas. Untuk mengetahui lebih lanjut mengenai produk dan profil perusahaan, kunjungi PT. Equityworld Futures Praxis Surabaya.
