Equityworld Futures – Berikut merupakan informasi terbaru terkait Ekonom: 30% Tekanan Rupiah Bersumber dari Luar Negeri yang dirangkum dari berbagai sumber terpercaya dan telah disesuaikan untuk memberikan pemahaman yang lebih jelas kepada pembaca.
Sementara itu, faktor global hanya berkontribusi sekitar 30%-40%..
Ini yang dikhawatirkan oleh banyak pelaku pasar.
Data terkini menunjukkan bahwa jakarta, EWF Praxis – Pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) dinilai lebih banyak dipengaruhi faktor domestik ketimbang gejolak global.
Ringgit Malaysia, baht Thailand, hingga peso Filipina mulai menguat, sementara rupiah masih berada dalam tren pelemahan..
Dampak dari Hal ini disebabkan oleh faktor global atau faktor domestik adalah “Jadi kalau kita lihat pelemahan rupiah itu sendiri apakah hanya.
Berdasarkan Dipo, dominasi faktor domestik terlihat dari pergerakan rupiah yang tertinggal dibandingkan mata uang negara-negara tetangga.
Menurut sumber terpercaya, ekonom Center of Reform on Economics (CORE) Nusantara, Dipo Satria Ramli, memperkirakan sekitar 60%-70% tekanan terhadap rupiah berasal dari faktor domestik Hal tersebut disampaikan dalam keterangan resmi..
Prioritas diberikan pada Meski demikian, Dipo mengakui faktor eksternal tetap memberi tekanan terhadap rupiah,, terutama Fokus utama pada melalui kebijakan tingkat suku acuan bank sentral Amerika Serikat, Federal Reserve (The Fed), yang memengaruhi arus modal global.,.
Jika tekanan hanya berasal dari faktor global, seharusnya mata uang di kawasan Asia mengalami pelemahan dengan pola yang relatif serupa..
Kondisi tersebut tercermin dari kinerja rupiah yang masih menjadi salah satu mata uang dengan pelemahan terdalam di kawasan Asia..
Informasi yang berhasil dihimpun menyebutkan bahwa di sisi lain, domestik mungkin 60%-70%,” ujar Dipo dalam forum CORE Midyear Economic Review, Rabu (29/tujuh/2026). Berbeda dengan Faktor global itu mungkin 30%-40%,.
Selain itu, ia menilai persepsi pasar terhadap independensi Bank Nusantara (BI), ditambah lagi dengan menjadi salah satu faktor yang memengaruhi pergerakan nilai tukar.
Bahkan beberapa laporan menyebut rupiah masuk tiga mata uang dengan kinerja terburuk.
Karena kalau kita lihat trennya memang rupiah yang melemah paling dalam di Asia.
Kalau penyebabnya murni faktor global, seharusnya trennya sama dengan negara-negara lain,” jelasnya..
Kalau berdasarkan kami mungkin lebih banyak faktor domestik.
Di sisi lain, Faktor global memang ada, berbeda dengan Berbeda dengan itu, yang tetap menjadi masalah adalah faktor domestik itu.
Pasca berlakunya revisi Undang-Undang Pengembangan. Selain itu, Penguatan Sektor Keuangan (UU P2SK) memunculkan kekhawatiran sebagian pelaku pasar., kemudian Menurutnya, perubahan tata kelola.
“Intinya lebih ke pemerintah itu mempunyai banyak peran, lebih bisa mengawasi, mengatur anggaran,. Selain itu, berbagai macam.
Misalnya, muncul kekhawatiran adanya fiscal dominance, ketika kebijakan fiskal dinilai lebih dominan dibandingkan kebijakan moneter,” ujar Dipo..
Perkembangan terkait Ekonom: 30% Tekanan Rupiah Bersumber dari Luar Negeri akan terus dipantau mengingat dampaknya terhadap kondisi ekonomi dan pasar secara keseluruhan.
Artikel ini dipublikasikan ulang untuk tujuan edukasi dan informasi pasar.
Untuk informasi resmi kunjungi website kami di:
Berita Equity World Futures
Baca juga:
- Harta Karun Rp38 T Diambil Pemerintah, Penemu Malah Dibiarkan Melarat
- Perak Turun di Bawah $47, Namun Tetap Catat Kenaikan Mingguan Ketujuh Berturut-turut
