0 0
Read Time:2 Minute, 3 Second

Harga emas kembali menguat setelah Federal Reserve memutuskan mempertahankan suku bunga acuannya. XAU/USD bergerak di sekitar US$4.100 per troy ounce dengan kenaikan sekitar 1,8%, setelah sebelumnya berada dalam rentang US$3.995 hingga US$4.098. Kontrak emas berjangka AS juga naik sekitar 1,47% ke US$4.098. Keputusan tersebut memberikan dorongan baru bagi emas di tengah perhatian investor terhadap arah kebijakan moneter Amerika Serikat.

The Fed mempertahankan federal funds rate pada kisaran 3,50%–3,75% untuk pertemuan kelima berturut-turut. Keputusan tersebut diambil melalui pemungutan suara 9 banding 3 di tengah ketidakpastian ekonomi serta meningkatnya risiko inflasi akibat konflik di Timur Tengah. Tiga pejabat The Fed, yakni Beth Hammack, Neel Kashkari, dan Lorie Logan, memilih kenaikan suku bunga sebesar 25 basis poin. Perbedaan pandangan ini menunjukkan bahwa tekanan untuk menerapkan kebijakan moneter yang lebih ketat masih cukup kuat.

Untuk mendapatkan informasi terbaru mengenai harga emas, minyak, dan perkembangan pasar global, Anda dapat mengikuti berita terkini melalui Newsmaker.id.

Emas juga memperoleh dukungan dari pelemahan dolar AS dan imbal hasil obligasi pemerintah Amerika Serikat setelah keputusan The Fed diumumkan. Indeks Dolar AS turun sekitar 0,49% ke 100,77, sedangkan yield Treasury tenor dua tahun turun ke 4,281% dan tenor 10 tahun menjadi 4,627%. Pelemahan dolar dan yield tersebut membuat emas relatif lebih menarik karena tekanan terhadap aset yang tidak memberikan imbal hasil menjadi lebih rendah.

Ikuti juga berbagai update terbaru seputar pasar finansial dan aktivitas PT. Equityworld Futures Praxis Surabaya melalui Instagram resmi EWF Praxis.

Di sisi lain, permintaan terhadap aset safe haven meningkat setelah konflik AS-Iran kembali memanas. Ketegangan tersebut turut mendorong harga minyak WTI melonjak sekitar 6,7% ke US$84,58 per barel, sementara Brent naik lebih dari 7% ke US$87,96 per barel. Namun, kenaikan harga energi dapat menjadi tantangan bagi emas dalam jangka menengah karena berpotensi meningkatkan tekanan inflasi dan memperkuat peluang kenaikan suku bunga pada pertemuan The Fed berikutnya.

Dari sisi prospek, emas masih berpeluang mempertahankan momentum menuju area US$4.100 apabila dolar AS dan yield Treasury terus melemah. Namun, adanya tiga suara yang mendukung kenaikan suku bunga serta komitmen The Fed terhadap target inflasi 2% dapat membatasi ruang penguatan emas. Investor selanjutnya akan mencermati data inflasi PCE dan laporan tenaga kerja AS sebagai katalis penting untuk menentukan apakah emas mampu melanjutkan kenaikan atau kembali mengalami koreksi. Untuk mengetahui lebih lanjut mengenai produk dan profil perusahaan, kunjungi PT. Equityworld Futures Praxis Surabaya.

About Post Author

IT Sby Praxis

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *