0 0
Read Time:1 Minute, 36 Second

Harga minyak mengalami tekanan setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump membatalkan rencana serangan terhadap Iran dan membuka peluang dimulainya pembicaraan baru dengan Teheran. Minyak Brent kontrak Oktober sempat anjlok lebih dari 7% pada awal perdagangan sebelum memangkas sebagian pelemahannya dan bergerak di sekitar US$82 per barel. Perubahan sikap Washington membuat pasar mulai mengurangi premi risiko geopolitik yang sebelumnya mendorong harga minyak melonjak.

Trump menyatakan sejumlah sekutu Amerika Serikat di Timur Tengah, termasuk Arab Saudi, mendorong Washington untuk mengutamakan jalur diplomasi. Pembatalan serangan dilakukan dengan harapan adanya peluang mencapai kesepakatan dalam waktu dekat, termasuk upaya membuka kembali Selat Hormuz secara penuh. Harapan tersebut menjadi faktor utama yang menekan kekhawatiran terhadap gangguan pasokan energi global.

Untuk mengikuti perkembangan terbaru mengenai minyak, emas, perak, indeks saham, dan kondisi pasar global, kunjungi Newsmaker.id.

Meski demikian, situasi masih menyisakan ketidakpastian. Iran menyatakan belum melakukan negosiasi langsung dengan Amerika Serikat, walaupun pembicaraan dengan Oman terkait kelancaran kembali pelayaran di Selat Hormuz disebut mengalami kemajuan. Perbedaan sinyal dari kedua pihak membuat pasar tetap berhati-hati dalam memperkirakan apakah proses diplomasi benar-benar akan menghasilkan kesepakatan.

Risiko terhadap jalur pelayaran juga belum sepenuhnya hilang. Laporan mengenai adanya kapal tanker yang mendengar ledakan di dekat perairan Oman menunjukkan bahwa keamanan di sekitar Selat Hormuz masih menjadi perhatian utama. Selama ancaman terhadap kapal tetap ada, potensi gangguan distribusi minyak dapat kembali memicu kenaikan harga secara cepat.

Dapatkan informasi terbaru dan ikuti perkembangan pasar finansial melalui Instagram Equityworld Futures Praxis Surabaya.

Secara keseluruhan, penurunan harga minyak mencerminkan berkurangnya kekhawatiran pasar setelah rencana serangan terhadap Iran dibatalkan. Namun, Brent dan WTI diperkirakan tetap bergerak volatil karena belum ada kepastian mengenai kesepakatan antara Amerika Serikat dan Iran serta pemulihan keamanan di Selat Hormuz. Jika proses negosiasi mengalami kegagalan atau gangguan terhadap kapal kembali meningkat, harga minyak berpotensi melakukan rebound dan kembali memicu kekhawatiran terhadap inflasi global. Untuk mengetahui lebih lanjut mengenai produk dan profil perusahaan, kunjungi PT. Equityworld Futures Praxis Surabaya.

About Post Author

IT Sby Praxis

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *