Equityworld Futures – Berikut merupakan informasi terbaru terkait Bos Danantara Sebut Butuh Rp100 T Buat Bersihkan ‘Dosa Lama’ BUMN yang dirangkum dari berbagai sumber terpercaya dan telah disesuaikan untuk memberikan pemahaman yang lebih jelas kepada pembaca.
Salam melakukan restrukturisasi, Dony melengkapi pernyataan, pihaknya terpaksa memangkas sejumlah entitas bisnis BUMN dengan kerusakan keuangan yang parah..
Jakarta, EWF Praxis – Badan Pengelola penanaman modal Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) sedang melakukan perbaikan entitas bisnis-entitas bisnis BUMN yang masih mencatat kinerja keuangan negatif.
“(30%) Yang kita sedang selesaikan itu kan adalah di karya-karya saya harapkan ini selesai Demikian informasi yang berhasil dihimpun..
The rest is relatifly kita sudah bisa kita lakukan.
Tinggal 30% permasalahan yang perlu dibenahi termasuk BUMN karya. Informasi ini diperoleh dari berbagai sumber terpercaya..
Tapi inilah cost yang ke depannya kita tidak mau lagi ini terjadi,” pungkasnya..
Entitas bisnis kita sudah dalam kondisi yang cukup sehat,” imbuhnya..
“Koreksi, impairment, cut loss. Selain itu, lain sebagainya harus kita terpaksa, harus kita lakukan dalam angka perbaikan ini.
Selain BUMN sektor karya, Dony melanjutkan lebih jauh, sektor logistik, ditambah lagi dengan perlu dibenahi.
Dalam perkembangannya, ia menyebut, saat ini Danantara sedang melakukan transformasi di tubuh PT Pos Nusantara.
Sebagaimana diberitakan, dengan tujuan menyelesaikan ini, dilakukan “Inilah yang penting kita sampaikan kepada masyarakat bahwa kurang lebih ke depannya ini mungkin akan ada lagi sekitar ya Rp100 an triliun lagi.
Dony memaparkan, secara presentase, pihaknya telah menyelesaikan 70% persoalan yang membelenggu pada sejumlah entitas bisnis pelat merah tersebut Situasi ini terus dipantau oleh otoritas terkait..
“Dan yang terakhir adalah dana pensiun kita.
Tiga ini yang sebetulnya masih menjadi PR kita,” katanya..
Harapan saya tentu tidak sampai segitu ya,” ujarnya saat berbincang dengan EWF Praxis, dikutip Senin (24/delapan/2026)..
Disebutkan dalam keterangan, “Harapan saya sih bisa selesai di akhir tahun ini juga,” ucapnya. Hal tersebut disampaikan dalam keterangan resmi..
Data terkini menunjukkan bahwa selain, dua sektor raksasa tersebut, sektor yang tak kalah penting yang perlu diperbaiki adalah dana pensiun.
Chief Operating Officer BPI Danantara Dony Oskaria membuka informasi, perkiraan biaya dalam melakukan pembenahan sekitar Rp100 triliun. Situasi ini terus dipantau oleh otoritas terkait..
Lebih baik banyak konsolidasi restrukturisasi yang impact-nya tidak terlalu signifikan lagi,” lanjutnya..
Perkembangan terkait Bos Danantara Sebut Butuh Rp100 T Buat Bersihkan ‘Dosa Lama’ BUMN akan terus dipantau mengingat dampaknya terhadap kondisi ekonomi dan pasar secara keseluruhan.
Artikel ini dipublikasikan ulang untuk tujuan edukasi dan informasi pasar.
Untuk informasi resmi kunjungi website kami di:
Berita Equity World Futures
Baca juga:
- Komisi XI: Presiden Bisa Beri Maksimal 3 Nama Calon Gubernur BI
- Kinerja Bank Maspion Q1 2026: Kredit Ngegas, Laba Ambles 91%
