Equityworld Futures – Berikut merupakan informasi terbaru terkait IHSG Melempem di Akhir Sesi 1, Intip Pergerakan Asing yang dirangkum dari berbagai sumber terpercaya dan telah disesuaikan untuk memberikan pemahaman yang lebih jelas kepada pembaca.
PT Bumi Resources Tbk (BUMI) menjadi efek ekuitas dengan net foreign buy terbesar, mencapai senilai Rp218 ,87 miliar, dengan volume sekitar 998,tiga belas juta efek ekuitas..
Jakarta, EWF PraxisΒ β Investor asing mencatatkan aksi jual bersih (net foreign sell) pada perdagangan efek ekuitas di pasar modal Efek Nusantara (BEI) hingga sesi I, Senin (tujuh/sembilan/2026)..
Di tengah aksi jual tersebut, terdapat sejumlah efek ekuitas yang masih menjadi sasaran akumulasi investor asing.
Di sisi lain, sektor kesehatan menjadi salah satu sektor dengan kinerja terbaik, menguat satu,42%..
Dari hasil penelusuran, efek ekuitas lain yang masuk jajaran teratas net foreign buy yakni COIN sebesar Rp18 ,57 miliar, UNTR sebesar Rp14 ,43 miliar, DMAS sebesar Rp13 ,55 miliar, DEWA sebesar Rp11 ,53 miliar, INKP sebesar Rp9 ,32 miliar,. Selain itu, AMMN sebesar Rp7 ,50 miliar..
Sementara itu, tekanan jual asing terbesar terjadi pada PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) dengan net foreign sell Rp81 ,67 miliar..
Asing, ditambah lagi dengan tercatat melepas sejumlah efek ekuitas besar lainnya, seperti BMRI sebesar Rp40 ,79 miliar, GOTO sebesar Rp40 ,02 miliar, INET sebesar Rp32 ,05 miliar, TINS sebesar Rp32 ,02 miliar,. Selain itu, EMAS sebesar Rp20 ,41 miliar..
Posisi berikutnya ditempati PT Adaro Andalan Nusantara Tbk (AADI) dengan net buy dana Rp46 ,sebelas miliar, PT Bukit Asam Tbk (PTBA) dana Rp38 ,91 miliar,. Selain itu, PT Karya Pacific EnergyΒ Tbk (IATA) dana Rp30 ,65 miliar..
Data terkini menunjukkan bahwa aksi jual asing tersebut berlangsung ketika IHSG pada sesi I melemah nol,dua belas% ke level enam.628,sembilan belas, dengan efek ekuitas-efek ekuitas perbankan besar menjadi salah satu pemberat utama indeks.
Dengan demikian, investor asing membukukan net foreign sell sebesar sebesar Rp424 ,06 miliar hingga perdagangan sesi I..
Berdasarkan data Stockbit Sekuritas, nilai foreign buy tercatat sebesar sebesar Rp1 ,84 triliun, sementara foreign sell mencapai sebesar Rp2 ,26 triliun.
Tidak hanya itu, KLBF dana Rp60 ,01 miliar., ditambah lagi dengan melengkapi Berikutnya ada BBCA dengan net foreign sell dana Rp73 ,empat belas miliar, CUAN dana Rp66 ,06 miliar, BBRI dana Rp65 ,58 miliar, Hal tersebut disampaikan dalam keterangan resmi..
Perkembangan terkait IHSG Melempem di Akhir Sesi 1, Intip Pergerakan Asing akan terus dipantau mengingat dampaknya terhadap kondisi ekonomi dan pasar secara keseluruhan.
Artikel ini dipublikasikan ulang untuk tujuan edukasi dan informasi pasar.
Untuk informasi resmi kunjungi website kami di:
Berita Equity World Futures
Baca juga:
- Hang Seng Naik, Tapi Tertekan Jelang Penutupan: Waspadai Sentimen Global!
- Ngeri! Sengketa dengan Investor, Bos Danantara Buka Borok BUMN Farmasi
