Equityworld Futures – Berikut merupakan informasi terbaru terkait Kena OTT KPK, Ini Profil Bos Summarecon (SMRA) Adrianto Pitojo Adhi yang dirangkum dari berbagai sumber terpercaya dan telah disesuaikan untuk memberikan pemahaman yang lebih jelas kepada pembaca.
Ia tertangkap dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT) di lingkungan Kementerian Agraria. Selain itu, Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Senin (empat belas/sembilan/2026) malam..
Dalam penyelidikan tertutup ini, Budi membuka informasi, tim, ditambah lagi dengan mengamankan barang bukti, di antaranya dalam bentuk uang tunai yaitu rupiah. Selain itu, valas yang dibungkus, dikemas dalam boks, kardus, ataupun koper yang berjumlah sekitar dua puluh-an koper..
Mengutip dari berbagai sumber, Adrianto lahir di Solo, pada satu pada November tahun 1958.
Fahd El Fouz alias Fahd A Rafiq. Selain itu, mantan Bupati Kebumen Arif Sugiyanto, ditambah lagi dengan menjadi pihak yang terjaring OTT tersebut..
Dalam keterangan KPK, total tujuh belas orang yang tertangkap dalam operasi senyap tersebut.
Bermula dari 2016., ditambah lagi dengan melengkapi Selain menjabat di kursi korporasi, saat ini dia menjabat sebagai Wakil Kepala Badan Pengembangan Kawasan Properti Terpadu (BPKPT) Kadin Nusantara, Wakil Ketua Bidang Properti Kawasan Ekonomi Asosiasi Pengusaha Nusantara (APINDO),. Selain itu, Wakil Ketua Umum Asosiasi perusahaan tercatat Nusantara dari 2023 sampai 2026.Adrianto juga tercatat pernah menjabat sebagai Wakil Ketua umum Dewan Pengurus Pusat (DPP) REI Periode 2010 sampai 2016, dan juga DPP REI Daerah Khusus Ibu Kota (DKI) Jakarta tahun 2004 hingga 2010,, berlanjut dengan Tidak hanya itu, Badan Pertimbangan Organisasi (BPO) REI Perkembangan ini menjadi perhatian banyak pihak..
Sebagaimana diberitakan, hingga pada akhirnya Ia ditunjuk menjadi kepala negara Direktur perusahaan tercatat properti tersebut dalam Rapat Umum Pemegang efek ekuitas Luar Biasa (RUPSLB) pada sepuluh pada Juni 2015..
Dengan tujuan menentukan status hukum para pihak yang tertangkap tangan tersebut., dilakukan Berdasarkan ketentuan Kitab Undang-undang Hukum Acara Pidana (KUHAP), KPK mempunyai waktu 1×24 jam.
Dari hasil penelusuran, jakarta, EWF Praxis – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah mengamankan kepala negara Direktur PT Summarecon Agung Tbk.
Juru bicara KPK Budi Prasetyo menyatakan,OTT ini berkaitan dengan proses pengurusan Hak Guna Bangunan (HGB) di wilayah Kabupaten Bogor. Selain itu,, ditambah lagi dengan dugaan penerimaan-penerimaan lainnya. Situasi ini terus dipantau oleh otoritas terkait..
Hingga kini, belum ada keterangan resmi dari pihak Summarecon mengenai penangkapan tersebut..
Dalam perkembangannya, lebih dari itu, merangkap sebagai kontraktor kecil.Pada tahun 2005, Adrianto mulai bergabung dengan perusahaan tercatat properti, PT semakin memperkuat Namun memulai karirnya dari bawah sebagai arsitek freelance di Jakarta dengan mendesain rumah, mengerjakan renovasi,.
Dari hasil penelusuran, ia mengenyam pendidikan jurusan Arsitektur di Universitas Diponegoro tahun 1985.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, selain Adrianto, KPK turut menangkap tangan Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten Bogor, Sontang Coin Manurung; Kepala Kantor Pertanahan Kota Tangerang, Tardi; Direktur Jenderal Pengendalian. Selain itu, Penertiban Tanah dan Ruang Kementerian ATR/BPN, Lampri.
Seperti yang dikutip, “Saat ini masih proses hitung. Selain itu, estimasi nominalnya mencapai ratusan miliar rupiah,” ujar Juru Bicara KPK Budi Prasetyo saat dihubungi melalui pesan tertulis, Selasa (lima belas/sembilan/2026), Senin (empat belas/sembilan/2026) malam..
Perkembangan terkait Kena OTT KPK, Ini Profil Bos Summarecon (SMRA) Adrianto Pitojo Adhi akan terus dipantau mengingat dampaknya terhadap kondisi ekonomi dan pasar secara keseluruhan.
Artikel ini dipublikasikan ulang untuk tujuan edukasi dan informasi pasar.
Untuk informasi resmi kunjungi website kami di:
Berita Equity World Futures
Baca juga:
- Live Now! Bos Danantara Ungkap Progres Pembenahan BUMN Karya dan Farmasi
- Laporan Keuangan Dapat Opini Disclaimer 2 Kali, BEI Gembok Saham Ini
