Equityworld Futures – Berikut merupakan informasi terbaru terkait CFO Bayan Resources (BYAN) Jual Saham Jelang Akuisisi Oleh Haji Isam yang dirangkum dari berbagai sumber terpercaya dan telah disesuaikan untuk memberikan pemahaman yang lebih jelas kepada pembaca.
Bermula dari delapan belas pada Maret 2008 hingga saat ini, berlanjut dengan McLeod menjabat sebagai Direktur PT Bayan Resources Tbk.
Ia, ditambah lagi dengan tercatat pernah menjadi Direktur Non-Eksekutif di Kangaroo Resources Limited pada 2012-2014..
Kabar akuisisi kembali menguat pada pertengahan periode September 2026.
Berdasarkan keterbukaan informasi, Low Tuck Kwong. Selain itu, putrinya Elaine Low menandatangani Perjanjian Jual Beli efek ekuitas Bersyarat dengan PT Jhonlin Baratama pada enam belas periode September 2026, yang mencakup rencana pengalihan sekitar sepuluh miliar efek ekuitas BYAN atau setara 30% dari total efek ekuitas beredar perseroan Hal tersebut disampaikan dalam keterangan resmi..
Jakarta, EWF Praxis – Direktur sekaligus Chief Financial Officer PT Bayan Resources Tbk (BYAN), Alastair Gordon Christopher McLeod, menyampaikan informasi penjualan sebagian sahamnya di perseroan.
Data terkini menunjukkan bahwa transaksi ini dilaporkan ke Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada 22 bulan September 2026, di tengah gonjang-ganjing isu pengambilalihan efek ekuitas BYAN oleh pengusaha Andi Syamsuddin Arsyad alias Haji Isam..
Bermula dari Agustus lalu 2026, berlanjut dengan Transaksi penjualan efek ekuitas oleh McLeod ini muncul di tengah rangkaian kabar seputar rencana pengalihan efek ekuitas BYAN kepada kelompok usaha Haji Isam yang telah bergulir.
Data terkini menunjukkan bahwa transaksi berjenis penjualan langsung ini tidak melibatkan skema Repurchase Agreement..
Informasi yang berhasil dihimpun menyebutkan bahwa dari sisi pendidikan, McLeod meraih Scottish Higher National Diploma bidang akuntansi dari Napier College, Edinburgh pada 1987,. Selain itu, menjadi anggota Institute of Chartered Accountants of Scotland pada 1991.
Mendahului maupun sesudah transaksi. , terjadi Meski demikian, porsi hak suaranya di perseroan tercatat tidak berubah, yakni tetap sebesar nol,01% baik.
Dari hasil penelusuran, kabar ini kembali mengerek efek ekuitas BYAN, yang melonjak sembilan belas,96% ke level dana Rp13 .825 per efek ekuitas usai pengumuman tersebut, meski perseroan menegaskan transaksi masih bersifat bersyarat. Selain itu, penyelesaiannya bergantung pada sejumlah persyaratan pendahuluan..
Tidak hanya itu, pernah menjabat sebagai Country Head Corporate Restructuring KPMG pada 1997-2004, ditambah lagi dengan melengkapi Warga negara asing asal Inggris ini memiliki latar belakang sebagai akuntan profesional di beberapa firma akuntansi di Inggris, Situasi ini terus dipantau oleh otoritas terkait..
Isu ini sempat memicu lonjakan harga efek ekuitas BYAN yang naik delapan belas,75% ke level dana Rp17 .100 pada delapan belas Agustus lalu 2026, dengan kapitalisasi pasar sempat mencapai dana Rp496 ,55 triliun, meski manajemen BYAN maupun perusahaan tercatat terafiliasi Haji Isam, PT Jhonlin Agro Raya Tbk (JARR), saat itu membantah mengetahui rencana transaksi dimaksud..
Menurut sumber terpercaya, berdasarkan Laporan Kepemilikan atau Setiap Perubahan Kepemilikan efek ekuitas entitas bisnis Terbuka yang disampaikan sesuai POJK Nomor empat/2024, McLeod menjual 185.200 unit efek ekuitas BYAN pada 21 periode September 2026 dengan harga dana Rp13 .352 per efek ekuitas.
Dalam laporannya, ia menyatakan tidak memiliki hubungan afiliasi dengan anggota direksi lain, dewan komisaris, maupun pemegang efek ekuitas utama. Selain itu, pengendali perseroan. Hal tersebut disampaikan dalam keterangan resmi..
Dengan transaksi tersebut, jumlah kepemilikan efek ekuitas McLeod di BYAN berkurang dari empat.000.000 unit menjadi tiga.814.800 unit.
Perkembangan terkait CFO Bayan Resources (BYAN) Jual Saham Jelang Akuisisi Oleh Haji Isam akan terus dipantau mengingat dampaknya terhadap kondisi ekonomi dan pasar secara keseluruhan.
Artikel ini dipublikasikan ulang untuk tujuan edukasi dan informasi pasar.
Untuk informasi resmi kunjungi website kami di:
Berita Equity World Futures
Baca juga:
- IHSG Sesi I Naik 2,34% ke Level 5.881 Ditopang Saham-Saham Ini
- Pertamina Pionir Skema Pengawasan Pajak Baru, PLN dan Pelindo Nyusul
