Equityworld Futures – Berikut merupakan informasi terbaru terkait Pagi-Pagi IHSG Dibuka Anjlok 1%, Rupiah Nyaris Rp 18.000/US$ yang dirangkum dari berbagai sumber terpercaya dan telah disesuaikan untuk memberikan pemahaman yang lebih jelas kepada pembaca.
Di sisi lain, Indeks sempat menyentuh level tertinggi harian di enam.126,62, berbeda dengan Berbeda dengan itu, tidak mampu bertahan lama di zona tersebut.
Dari hasil penelusuran, bermula dari menit-menit pertama, berlanjut dengan Berdasarkan data Stockbit sekitar pukul 09.22 WIB, IHSG berada di level enam.031,52, turun 116,34 poin atau satu,89%IHSG dibuka di posisi enam.118,81, lebih rendah dari penutupan kemarin,. Selain itu, langsung tertekan.
Informasi yang berhasil dihimpun menyebutkan bahwa mata uang Garuda melanjutkan pelemahan tajam yang terjadi sehari sebelumnya.Merujuk data Refinitiv, rupiah mengawali perdagangan hari ini dengan pelemahan tipis nol,03% ke posisi sebesar Rp17 .970/US$ atau semakin mendekati level psikologisnya di sebesar Rp18 .000/US$..
Pelemahan tersebut melanjutkan pergerakan pada Senin (28/sembilan/2026), ketika rupiah terdepresiasi nol,48%. Selain itu, mengakhiri perdagangan di level Rp17 .965/US$.Sedangkan, indeks dolar AS (DXY) yang mengukur kekuatan greenback terhadap enam mata uang utama dunia, pada pukul 09.00 WIB terpantau menguat tipis nol,01% ke posisi 101,209.Penguatan tersebut melanjutkan kenaikan DXY sebesar nol,22% pada penutupan perdagangan sebelumnya. Demikian informasi yang berhasil dihimpun..
Dari sisi aktivitas perdagangan, transaksi tercatat cukup ramai Demikian informasi yang berhasil dihimpun..
Dampak dari Pada rentang 09.05 hingga 09.sepuluh WIB, IHSG sempat mencoba rebound ke kisaran enam.100-an, adalah penurunan saat itu sempat menyempit ke sekitar nol,mencapai 73 persen.
Namun, penguatan tersebut tidak berlanjut..
Jakarta, EWF Praxis – Indeks Harga efek ekuitas Gabungan (IHSG) pagi ini masih melemah.
Volume perdagangan mencapai 92,07 juta lot dengan nilai transaksi sekitar dana Rp2 .305,41 miliar.Sementara itu, nilai tukar rupiah kembali berada di bawah tekanan terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada pembukaan perdagangan Selasa (29/sembilan/2026).
Perkembangan terkait Pagi-Pagi IHSG Dibuka Anjlok 1%, Rupiah Nyaris Rp 18.000/US$ akan terus dipantau mengingat dampaknya terhadap kondisi ekonomi dan pasar secara keseluruhan.
Artikel ini dipublikasikan ulang untuk tujuan edukasi dan informasi pasar.
Untuk informasi resmi kunjungi website kami di:
Berita Equity World Futures
Baca juga:
- BI Beri Bukti Situasi Rupiah Sekarang Tak Seperti Krisis 98
- BRI Cetak Laba Rp20,42 Triliun per Mei 2026
