Equityworld Futures – Berikut merupakan informasi terbaru terkait Pagi-Pagi IHSG Dibuka Anjlok 1%, Rupiah Nyaris Rp 18.000 yang dirangkum dari berbagai sumber terpercaya dan telah disesuaikan untuk memberikan pemahaman yang lebih jelas kepada pembaca.
Pelemahan tersebut melanjutkan pergerakan pada Senin (28/sembilan/2026), ketika rupiah terdepresiasi nol,48%. Selain itu, mengakhiri perdagangan di level nominal Rp17 .965/US$.Sedangkan, indeks dolar AS (DXY) yang mengukur kekuatan greenback terhadap enam mata uang utama dunia, pada pukul 09.00 WIB terpantau menguat tipis nol,01% ke posisi 101,209.Penguatan tersebut melanjutkan kenaikan DXY sebesar nol,22% pada penutupan perdagangan sebelumnya. Demikian informasi yang berhasil dihimpun..
Di sisi lain, Indeks sempat menyentuh level tertinggi harian di enam.126,62, berbeda dengan Berbeda dengan itu, tidak mampu bertahan lama di zona tersebut Perkembangan ini menjadi perhatian banyak pihak..
Bermula dari menit-menit pertama, berlanjut dengan Berdasarkan data Stockbit sekitar pukul 09.22 WIB, IHSG berada di level enam.031,52, turun 116,34 poin atau satu,89%IHSG dibuka di posisi enam.118,81, lebih rendah dari penutupan kemarin,. Selain itu, langsung tertekan.
Dari sisi aktivitas perdagangan, transaksi tercatat cukup ramai.
Namun, penguatan tersebut tidak berlanjut..
Dampak dari Pada rentang 09.05 hingga 09.sepuluh WIB, IHSG sempat mencoba rebound ke kisaran enam.100-an, adalah penurunan saat itu sempat menyempit ke sekitar nol,sebesar 73 persen Perkembangan ini menjadi perhatian banyak pihak..
Jakarta, EWF Praxis – Indeks Harga efek ekuitas Gabungan (IHSG) pagi ini masih melemah.
Mata uang Garuda melanjutkan pelemahan tajam yang terjadi sehari sebelumnya.Merujuk data Refinitiv, rupiah mengawali perdagangan hari ini dengan pelemahan tipis nol,03% ke posisi dana Rp17 .970/US$ atau semakin mendekati level psikologisnya di dana Rp18 .000/US$..
Dari hasil penelusuran, volume perdagangan mencapai 92,07 juta lot dengan nilai transaksi sekitar sebesar Rp2 .305,41 miliar.Sementara itu, nilai tukar rupiah kembali berada di bawah tekanan terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada pembukaan perdagangan Selasa (29/sembilan/2026).
Perkembangan terkait Pagi-Pagi IHSG Dibuka Anjlok 1%, Rupiah Nyaris Rp 18.000 akan terus dipantau mengingat dampaknya terhadap kondisi ekonomi dan pasar secara keseluruhan.
Artikel ini dipublikasikan ulang untuk tujuan edukasi dan informasi pasar.
Untuk informasi resmi kunjungi website kami di:
Berita Equity World Futures
Baca juga:
- Ini Penyebab IHSG Tiba-Tiba Ambruk 2% Lebih Pagi Ini
- Geger Tukang Gali Kubur Ketemu Emas 2,4 Kilogram di Cirebon
