0 0
Read Time:3 Minute, 43 Second

Equityworld Futures – Berikut merupakan informasi terbaru terkait AADI Rampungkan Divestasi Tambang Kestrel ke Yancoal, Raup Rp14,5 T yang dirangkum dari berbagai sumber terpercaya dan telah disesuaikan untuk memberikan pemahaman yang lebih jelas kepada pembaca.

Kestrel merupakan entitas bisnis induk yang melalui anak usahanya, Kestrel Coal Resources Pty Ltd, memegang 80% kepemilikan dalam joint venture yang mengoperasikan tambang batu bara metalurgi bawah tanah di Bowen Basin, Queensland tengah, Australia..

Dengan tujuan periode enam bulan tersebut, dengan laba periode berjalan US$26,88 juta (setara nominal Rp481 ,08 miliar)., dilakukan Pendapatan usaha entitas bisnis tercatat US$410,49 juta (setara nominal Rp7 ,35 triliun).

Dari hasil penelusuran, 42/POJK.04/2020,. Selain itu, tidak berpotensi mengganggu kelangsungan usaha perseroan..

Sebagaimana diberitakan, konsekuensi dari penyesuaian pajak. Selain itu, biaya terkait transaksi. Memicu Adapun laba periode berjalan proforma perseroan tercatat sedikit terkoreksi dari US$524,43 juta (nominal Rp9 ,39 triliun) menjadi US$523,55 juta (nominal Rp9 ,37 triliun).

Dengan tujuan periode enam bulan yang berakhir 30 periode Juni 2026, dari US$666,54 juta (nominal Rp11 ,93 triliun) menjadi US$744,95 juta (nominal Rp13 ,33 triliun) usai penyesuaian, dilakukan Secara proforma, transaksi ini turut mendongkrak laba usaha konsolidasian AADI.

Selain itu, ACL-bersama penjual lain yang tidak terafiliasi berpotensi menerima contingent cash consideration hingga maksimum US$550 juta atau setara sebesar Rp9 ,85 triliun, yang dibayarkan bertahap selama lima tahun, dengan syarat harga rata-rata indeks batu bara kokas metalurgi Platts Premium Low Vol Hard Coking Coal FOB Australia (PLVHA00) melampaui batas tertentu setiap tahunnya..

Objek transaksi adalah 720.385.220 efek ekuitas biasa ACL di Kestrel, setara 47,99% kepemilikan, beserta seluruh waran yang melekat Perkembangan ini menjadi perhatian banyak pihak..

Jakarta, EWF Praxis – PT Adaro Andalan Nusantara Tbk (AADI) resmi merampungkan transaksi penjualan seluruh efek ekuitas. Selain itu, waran miliknya di Kestrel Coal Group Pty Ltd (Kestrel) kepada Yancoal Australia Limited (Yancoal).

Data terkini menunjukkan bahwa pasca seluruh persyaratan pendahuluan dalam Sale and Purchase Agreement (SPA) tertanggal empat belas April lalu 2026 terpenuhi., kemudian Mengutip keterbukaan informasi pasar modal Efek Nusantara, manajemen menyampaikan bahwa penyelesaian transaksi (closing) telah terjadi pada satu Oktober lalu 2026 waktu Melbourne,.

Dewan Komisaris. Selain itu, Direksi perseroan, ditambah lagi dengan menegaskan transaksi ini bukan merupakan Transaksi Afiliasi maupun Transaksi Benturan Kepentingan sesuai POJK No.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, usai transaksi rampung, Yancoal kini menguasai 100% efek ekuitas Kestrel. Hal tersebut disampaikan dalam keterangan resmi..

Sementara itu, Laporan Pendapat Kewajaran tertanggal 25 pada September 2026 menyimpulkan bahwa rencana transaksi ini wajar bagi kedua belah pihak..

Berdasarkan Laporan Penilaian Ekuitas tertanggal delapan belas periode September 2026, nilai pasar 100% ekuitas Kestrel per 30 periode Juni 2026 menggunakan pendekatan aset metode Adjusted Book Value (ABV) ditetapkan sebesar US$satu,62 miliar, atau setara Rp29 ,09 triliun..

Berdasarkan laporan keuangan per 30 periode Juni 2026, Kestrel membukukan total aset US$dua,24 miliar (setara senilai Rp40 ,05 triliun) dengan total ekuitas US$satu,53 miliar (setara senilai Rp27 ,42 triliun).

Meskipun demikian, tidak melebihi 50% dari ekuitas perseroan adalah tujuh belas/POJK.04/2020 tentang Transaksi Material. Selain itu, Perubahan Kegiatan Usaha, transaksi ini tergolong Transaksi Material sementara Dampak dari Hal ini disebabkan oleh nilainya melebihi dua puluh%.

Tidak hanya itu, penguatan struktur permodalan lewat pelunasan sebagian pinjaman grup., ditambah lagi dengan melengkapi Manajemen AADI menyebut alasan di balik transaksi ini adalah pengembangan bisnis grup di Nusantara, pembayaran dividen,.

Perseroan menunjuk Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP) Desmar, Susanto, Salman. Selain itu, Rekan sebagai penilai independen.

Pasca dikurangi pajak, terjadi Dari penjualan tersebut, ACL menerima nilai transaksi sebesar US$814,dua belas juta atau setara Rp14 ,57 triliun, kemudian Mendahului pajak (asumsi kurs Rp17 .900/US$),. Selain itu, US$734,83 juta atau setara Rp13 ,lima belas triliun Situasi ini terus dipantau oleh otoritas terkait..

Sebagaimana diberitakan, dengan demikian, AADI tidak diwajibkan memperoleh persetujuan Rapat Umum Pemegang efek ekuitas (RUPS) sebagaimana diatur dalam Pasal enam ayat (satu) huruf d POJK tujuh belas/2020. Perkembangan ini menjadi perhatian banyak pihak..

Transaksi dilakukan melalui entitas anak perseroan, Adaro Capital Limited (ACL), yang 90% sahamnya dikuasai secara tidak langsung oleh AADI..

Perkembangan terkait AADI Rampungkan Divestasi Tambang Kestrel ke Yancoal, Raup Rp14,5 T akan terus dipantau mengingat dampaknya terhadap kondisi ekonomi dan pasar secara keseluruhan.


Artikel ini dipublikasikan ulang untuk tujuan edukasi dan informasi pasar.
Untuk informasi resmi kunjungi website kami di:
Berita Equity World Futures

Baca juga:

About Post Author

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

By

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *