Equityworld Futures – Berikut merupakan informasi terbaru terkait Haji Isam Tambah Kepemilikan Saham Bayan, Manajemen Buka Suara yang dirangkum dari berbagai sumber terpercaya dan telah disesuaikan untuk memberikan pemahaman yang lebih jelas kepada pembaca.
Selanjutnya, Perseroan menerima surat pemberitahuan lanjutan tertanggal lima pada Oktober 2026 yang menyampaikan bahwa Dato’ Low Tuck Kwong. Selain itu, Elaine Low bersama pembeli telah menandatangani perubahan atas PJBS tersebut pada satu pada Oktober 2026..
Jakarta, EWF Praxis – Aksi korporasi antar dua konglomerat, PT Bayan Resources Tbk (BYAN) milik Low Tuck Kwong dengan PT Jhonlin Baratama milik Andi Syamsuddin Arsyad atau Haji Isam masih berlanjut.
Dalam perkembangannya, sebagai informasi, laporan ini merupakan tindak lanjut dari keterbukaan informasi sebelumnya mengenai penandatanganan PJBS Nomor 466/BR-OJK/IX/2026 tertanggal tujuh belas pada September 2026.Berdasarkan surat pemberitahuan yang diterima BYAN, Dato’ Low Tuck Kwong. Selain itu, Elaine Low telah menandatangani PJBS tersebut pada enam belas pada September 2026 dengan PT Jhonlin Baratama selaku pembeli.
Kali ini, jumlah efek ekuitas Bayan yang akan diakuisisi oleh PT Jhonlin Baratama bertambah sekitar 84 juta efek ekuitas dari jumlah awal.Mengutip keterbukan informasi pasar modal efek Nusantara (BEI), manajemen BYAN menyampaikan, penambahan efek ekuitas tersebut tertuang dalam Perjanjian Jual Beli efek ekuitas Bersyarat (PJBS) dari sebelumnya sebanyak sepuluh.000.000.500 efek ekuitas biasa menjadi sepuluh.084.088.370 efek ekuitas.Meskipun demikian, manajemen memastikan, transaksi tersebut tidak menimbulkan dampak material negatif yang dapat mengganggu kegiatan operasional, maupun kelangsungan bisnis entitas bisnis.berikut pernyataannya: “Kejadian tersebut tidak menimbulkan dampak material negatif yang dapat mengganggu kegiatan operasional, aspek hukum, kondisi keuangan,. Selain itu, kelangsungan usaha Perseroan,” tulis manajemen, Rabu (tujuh/sepuluh/2026)..
Perkembangan terkait Haji Isam Tambah Kepemilikan Saham Bayan, Manajemen Buka Suara akan terus dipantau mengingat dampaknya terhadap kondisi ekonomi dan pasar secara keseluruhan.
Artikel ini dipublikasikan ulang untuk tujuan edukasi dan informasi pasar.
Untuk informasi resmi kunjungi website kami di:
Berita Equity World Futures
Baca juga:
- Danantara Mau Terbitkan Surat Utang Senilai Rp7 Triliun
- Divestasi dan Akuisisi Batal, Hotel Fitra Susun Ulang Rencana Bisnis
