Equityworld Futures – Berikut merupakan informasi terbaru terkait Haji Isam Tambah Porsi Kepemilikan Saham Bayan (BYAN), BEI Buka Suara yang dirangkum dari berbagai sumber terpercaya dan telah disesuaikan untuk memberikan pemahaman yang lebih jelas kepada pembaca.
Dengan tujuan senantiasa mencermati keterbukaan informasi yang disampaikan oleh Perseroan, tuturnya.Sebagai informasi, berdasarkan surat pemberitahuan yang diterima BYAN, Dato’ Low Tuck Kwong. Selain itu, Elaine Low telah menandatangani PJBS tersebut pada enam belas periode September 2026 dengan PT Jhonlin Baratama selaku pembeli, dilakukan pasar modal mengimbau seluruh pihak yang berkepentingan.
Nantinya, PT Jhonlin Baratama akan memiliki sepuluh.084.088.370 efek ekuitas biasa.Manajemen memastikan.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, jakarta, EWF Praxis – pasar modal Efek Nusantara (BEI) buka suara terkait aksi korporasi antara dua konglomerat, yaitu perusahaan tercatat pertambangan milik konglomerat Low Tuck Kwong, PT Bayan Resources Tbk (BYAN) dengan PT Jhonlin Baratama milik Haji Isam melalui Perjanjian Jual Beli efek ekuitas Bersyarat (PJBS).Terbaru, nilai transaksi akuisisi tersebut berubah dari sepuluh.000.000.500 efek ekuitas menjadi sepuluh.084.088.370 efek ekuitas biasa.Direktur Penialain entitas bisnis BEI Saidu Solihin menyatakan, BEI selaku regulator saat ini masih melakukan penelaahan terhadap aksi korporasi tersbeut.berikut pernyataannya: “Apabila berdasarkan hasil penelaahan diperlukan informasi atau klarifikasi tambahan, pasar modal akan meminta penjelasan lebih lanjut kepada Perseroan sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” ujarnya kepada EWF Praxis, Kamis (delapan/sepuluh/2026)..
Selanjutnya, Perseroan menerima surat pemberitahuan lanjutan tertanggal lima bulan Oktober 2026 yang menyampaikan bahwa Dato’ Low Tuck Kwong. Selain itu, Elaine Low bersama pembeli telah menandatangani perubahan atas PJBS tersebut pada satu bulan Oktober 2026.disebutkan dalam keterangan, “Perubahan tersebut mencakup pembaruan atas jumlah efek ekuitas biasa Perseroan yang akan dialihkan kepada Pembeli, yaitu dari semula sebanyak sepuluh.000.000.500 (sepuluh miliar lima ratus) efek ekuitas biasa menjadi sepuluh.084.088.370 (sepuluh miliar delapan puluh empat juta delapan puluh delapan ribu tiga ratus tujuh puluh) efek ekuitas biasa Perseroan,” tulis manajemen, dikutip Rabu (tujuh/sepuluh/2026).Artinya, terdapat penambahan sekitar 84 juta efek ekuitas dari jumlah awal Hal tersebut disampaikan dalam keterangan resmi..
Dalam perkembangannya, perseroan tidak menyampaikan informasi lain di luar hal-hal tersebut..
Transaksi tersebut tidak menimbulkan dampak material negatif yang dapat mengganggu kegiatan operasional, aspek hukum, kondisi keuangan, maupun kelangsungan usaha Perseroan.
Pasca transaksi.menurut pernyataan, “pasar modal menerima keterbukaan informasi mengenai adanya perubahan dalam Perjanjian Jual Beli efek ekuitas Bersyarat (PJBS), termasuk perubahan jumlah efek ekuitas yang akan dialihkan dari sebelumnya sebesar 30% menjadi sekitar 30,252% dari seluruh efek ekuitas Perseroan,” sebutnya.Sementara terkait dengan harga transaksi, kata Saidu, BEI tidak mengatur dasar penentuan harga dalam transaksi pengalihan efek ekuitas, ditambah lagi dengan melengkapi Dampak dari Hal ini disebabkan oleh merupakan kesepakatan antara para pihak yang bertransaksi.”pasar modal melakukan penelaahan dari aspek pemenuhan kewajiban keterbukaan informasi. Selain itu, kepatuhan terhadap ketentuan pasar modal yang berlaku adalah Saidu membuka informasi, BEI sebelumnya telah meminta penjelasan kepada perusahaan tercatat tersebut terkait rencana transaksi pengalihan efek ekuitas dan telah menerima tanggapan, antara lain mengenai jumlah efek ekuitas yang akan dialihkan, informasi terkait nilai dan/atau dasar penentuan harga transaksi,, kemudian Tidak hanya itu, status pengendalian Perseroan.
Perkembangan terkait Haji Isam Tambah Porsi Kepemilikan Saham Bayan (BYAN), BEI Buka Suara akan terus dipantau mengingat dampaknya terhadap kondisi ekonomi dan pasar secara keseluruhan.
Artikel ini dipublikasikan ulang untuk tujuan edukasi dan informasi pasar.
Untuk informasi resmi kunjungi website kami di:
Berita Equity World Futures
Baca juga:
- Antam (ANTM) Bukukan Kinerja Fantastis, Ternyata Ini Alasannya
- Bupati Pemalang Kena OTT KPK, Hartanya Ternyata Segini
