0 0
Read Time:2 Minute, 32 Second

Equityworld Futures – Berikut merupakan informasi terbaru terkait Paramita Bangun Sarana Mau Stock Split Saham Jadi Rp 25 Per Saham yang dirangkum dari berbagai sumber terpercaya dan telah disesuaikan untuk memberikan pemahaman yang lebih jelas kepada pembaca.

Jakarta, EWF Praxis – entitas bisnis yang bergerak di bidang jasa konstruksi PT Paramita Bangun Sarana Tbk (PBSA) mengumumkan rencana pemecahan efek ekuitas (stock split) Hal tersebut disampaikan dalam keterangan resmi..

Meskipun demikian, jumlah sahamnya berubah dari sembilan,enam miliar lembar menjadi sembilan belas,dua miliar lembar sementara dinyatakan dalam keterangan bahwa, modal dasar Perseroan tetap sebesar nominal Rp480 miliar,.

Dampak dari Hal tersebut telah disepakati dalam Rapat Umum Pemegang efek ekuitas Luar Biasa (RUPSLB) yang digelar pada delapan belas bulan September 2026.Mengutip keterbukaan informasi pasar modal Efek Nusantara (BEI), dalam aksi korporasi tersebut, satu efek ekuitas lama akan menjadi dua efek ekuitas baru (rasio satu:dua), adalah nilai nominal efek ekuitas turun dari dana Rp50 menjadi dana Rp25 per lembar.

Dalam perkembangannya, sementara modal ditempatkan. Selain itu, disetor tetap sebesar Rp150 miliar, setara 31,25% dari modal dasar.

Data terkini menunjukkan bahwa dengan demikian, aksi ini hanya mengubah jumlah. Selain itu, nilai nominal per lembar efek ekuitas, tanpa mengubah total nilai modal Perseroan.Perdagangan efek ekuitas dengan nilai nominal lama di pasar reguler dan pasar negosiasi berakhir pada tiga belas periode Oktober 2026, dan perdagangan dengan nilai nominal baru dimulai keesokan harinya, empat belas periode Oktober 2026 Demikian informasi yang berhasil dihimpun..

Sementara perdagangan efek ekuitas dengan nilai nominal baru di pasar tunai dimulai pada enam belas bulan Oktober 2026.Bagi pemegang efek ekuitas yang sahamnya berada dalam penitipan kolektif KSEI, pelaksanaan stock split didasarkan pada saldo efek ekuitas pada masing-masing subrekening efek sesuai daftar pemegang efek ekuitas per lima belas bulan Oktober 2026.

Efek ekuitas hasil pemecahan akan didistribusikan melalui sub rekening efek pemegang efek ekuitas di KSEI pada enam belas Oktober lalu 2026. Hal tersebut disampaikan dalam keterangan resmi..

Jumlah efek ekuitas yang ditempatkan. Selain itu, disetor akan meningkat dari tiga miliar lembar menjadi enam miliar lembar.

Penyelesaian efek ekuitas dengan nilai nominal lama berakhir pada lima belas periode Oktober 2026, bertepatan dengan tanggal penentuan pemegang rekening yang berhak atas hasil pemecahan efek ekuitas (recording date).

Sementara itu, efek ekuitas dalam portepel meningkat dari enam,enam miliar lembar menjadi tiga belas,dua miliar lembar dengan nilai nominal total tetap dana Rp330 miliar.

Dengan tujuan meningkatkan keterjangkauan harga efek ekuitas bagi investor, dilakukan Tidak hanya itu, mendukung peningkatan likuiditas perdagangan efek ekuitasΒ Perseroan di pasar modal Efek Nusantara,berikut pernyataannya: ” tulis manajemen, dikutip Jumat (sembilan/sepuluh/2026)., ditambah lagi dengan melengkapi “Rencana Stock Split tersebut dipertimbangkan sebagai salah satu langkah Perseroan.

Perkembangan terkait Paramita Bangun Sarana Mau Stock Split Saham Jadi Rp 25 Per Saham akan terus dipantau mengingat dampaknya terhadap kondisi ekonomi dan pasar secara keseluruhan.


Artikel ini dipublikasikan ulang untuk tujuan edukasi dan informasi pasar.
Untuk informasi resmi kunjungi website kami di:
Berita Equity World Futures

Baca juga:

About Post Author

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

By

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *