Equityworld Futures – Berikut merupakan informasi terbaru terkait Rupiah Tertekan Pagi Ini, Dolar AS Menguat ke Rp17.920 yang dirangkum dari berbagai sumber terpercaya dan telah disesuaikan untuk memberikan pemahaman yang lebih jelas kepada pembaca.
Menurut sumber terpercaya, kondisi ini dapat membuat tingkat suku acuan AS bertahan tinggi lebih lama sekaligus mempertahankan daya tarik dolar AS..
Harga minyak Brent sempat melonjak satu,delapan% pada perdagangan Senin menyusul serangan terhadap infrastruktur energi di Arab Saudi. Selain itu, Ukraina.
Pasca terjadi serangan terhadap infrastruktur energi di Timur Tengah. Selain itu, Ukraina., kemudian Kekhawatiran geopolitik kembali meningkat.
Sementara itu, indeks dolar AS (DXY) yang mengukur kekuatan greenback terhadap enam mata uang utama dunia, pada pukul 09.00 WIB terpantau melemah nol,09% ke posisi 102,490..
Bermula dari periode April tahun lalu, berlanjut dengan Meski terkoreksi pada pagi ini, indeks dolar AS masih bertahan di level yang relatif tinggi. Selain itu, berada di sekitar posisi terkuatnya.
Kenaikan harga energi. Selain itu, imbal hasil obligasi pemerintah AS turut memperkuat dolar Perkembangan ini menjadi perhatian banyak pihak..
Pasca DXY ditutup menguat nol,37% pada perdagangan sebelumnya., kemudian Koreksi tersebut terjadi.
Merujuk data Refinitiv, rupiah mengawali perdagangan dengan pelemahan nol,empat belas% ke posisi sebesar Rp17 .920/US$..
Padahal, rupiah sempat dibuka menguat nol,08% di posisi nominal Rp17 .860/US$..
Jakarta, EWF Praxis – Rupiah kembali kehilangan tenaga terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada awal perdagangan Selasa (tiga belas/sepuluh/2026).
Dari hasil penelusuran, mata uang Garuda membuka perdagangan di zona merah..
Harga energi yang tetap tinggi berpotensi menjaga tekanan kenaikan harga umum global.
Kondisi tersebut menunjukkan permintaan terhadap dolar AS masih kuat. Selain itu, membatasi ruang penguatan rupiah. Informasi ini diperoleh dari berbagai sumber terpercaya..
Sebagaimana diberitakan, tidak hanya itu, meningkatnya permintaan terhadap aset aman di tengah ketidakpastian global., ditambah lagi dengan melengkapi Dolar AS ditopang oleh tingkat suku acuan AS yang relatif tinggi, pertumbuhan ekonomi yang masih kuat,.
Pada perdagangan Asia pagi ini, Brent terkoreksi nol,sembilan% ke US$105,74 per barel..
Pelemahan tersebut melanjutkan pergerakan pada Senin (dua belas/sepuluh/2026), ketika rupiah ditutup turun nol,tujuh belas% ke level Rp17 .905/US$.
Seperti yang dikutip, “Kombinasi tingkat suku acuan relatif lebih tinggi, pertumbuhan AS yang lebih kuat,. Selain itu, meningkatnya permintaan terhadap dolar sebagai aset defensif terus memberikan dukungan kuat bagi greenback,” kata Kepala Riset Pepperstone Group Chris Weston, dikutip dari Reuters..
// .
Perkembangan terkait Rupiah Tertekan Pagi Ini, Dolar AS Menguat ke Rp17.920 akan terus dipantau mengingat dampaknya terhadap kondisi ekonomi dan pasar secara keseluruhan.
Artikel ini dipublikasikan ulang untuk tujuan edukasi dan informasi pasar.
Untuk informasi resmi kunjungi website kami di:
Berita Equity World Futures
Baca juga:
- IHSG Turun 1,18% di Sesi 1, Asing Net Sell Rp1,18 Triliun
- Mengecewakan, Dividen ITMG Turun 52% Jadi US$ 115 Juta
