Equityworld Futures – Berikut merupakan informasi terbaru terkait Petinggi Chandra Asri (TPIA) Raymond Borong 1 Juta Saham, Rp 1,2 M yang dirangkum dari berbagai sumber terpercaya dan telah disesuaikan untuk memberikan pemahaman yang lebih jelas kepada pembaca.
Dari hasil penelusuran, total nilai pembelian tersebut mencapai sekitar senilai Rp1 ,205 miliar.Pembelian pertama sebanyak 150.000 efek ekuitas, kedua 400.000 efek ekuitas, ketiga 150.000 efek ekuitas,. Selain itu, keempat 300.000 efek ekuitas.
Aksi pembelian tersebut dilakukan pada tanggal enam belas Oktober lalu 2026.Mengutip keterbukaan informasi pasar modal Efek Nusantara (BEI), transaksiย pembelian tersebut dilakukan dalam empat kali transaksi.
Seluruh transaksi dilakukan dengan status kepemilikan langsung, tanpa perjanjian pembelian kembali (repurchase agreement).ย Dengan demikian, kepemilikan Raymond di TPIA naik dari sembilan.621.800 efek ekuitas menjadi sepuluh.621.800 efek ekuitas.
Data terkini menunjukkan bahwa seluruhnya berupa efek ekuitas biasa dengan harga Rp1 .205 per efek ekuitas.
Mendahului maupun sesudah transaksi, tercatat sebesar nol,01%,, terjadi Dampak dari Hal ini disebabkan oleh penambahan kepemilikan itu relatif kecil dibandingkan total efek ekuitas beredar perseroan. Adalah Hak suara yang dimilikinya, baik Informasi ini diperoleh dari berbagai sumber terpercaya..
Dengan harga tersebut, nilai masing-masing transaksi adalah sekitar sebesar Rp180 ,75 juta, sebesar Rp482 juta, sebesar Rp180 ,75 juta,. Selain itu, sebesar Rp361 ,lima juta..
Jakarta, EWF Praxis – Salah satu anggota Direksi PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA), Raymond, menambah kepemilikan sahamnya sebanyak satu juta lembar efek ekuitas.
Perkembangan terkait Petinggi Chandra Asri (TPIA) Raymond Borong 1 Juta Saham, Rp 1,2 M akan terus dipantau mengingat dampaknya terhadap kondisi ekonomi dan pasar secara keseluruhan.
Artikel ini dipublikasikan ulang untuk tujuan edukasi dan informasi pasar.
Untuk informasi resmi kunjungi website kami di:
Berita Equity World Futures
Baca juga:
- Dolar AS Tembus Rp17.000, Biaya Impor Naik 15-20%
- Asing Diam-Diam Akumulasi Saham Ini Saat IHSG Koreksi
