0 0
Read Time:3 Minute, 18 Second

Equityworld Futures – Berikut merupakan informasi terbaru terkait Bayan (BYAN) Ungkap Transaksi Saham, BEI Sorot Harga Jual ke Haji Isam yang dirangkum dari berbagai sumber terpercaya dan telah disesuaikan untuk memberikan pemahaman yang lebih jelas kepada pembaca.

Jakarta, EWF Praxis – PT Bayan Resources Tbk (BYAN) buka suara terkait transaksi pengalihan efek ekuitas kepada PT Jhonlin Baratama, entitas usaha milik pengusaha Haji Isam, dengan harga dana Rp2 .588 per efek ekuitas pada lima belas bulan Oktober 2026.

Hal ini mengacu pada surat pemberitahuan dari Dato’ Low Tuck Kwong. Selain itu, Elaine Low tertanggal delapan pada Oktober 2026.Perseroan, ditambah lagi dengan menyatakan belum menerima informasi mengenai adanya pengendali baru yang telah mengumumkan pengambilalihan entitas bisnis melalui surat kabar harian berbahasa Nusantara yang beredar secara nasional.Ketentuan tersebut merujuk pada Pasal tujuh ayat (satu) Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) Nomor sembilan/POJK.04/2018 tentang Pengambilalihan entitas bisnis Terbuka.Atas dasar informasi yang diterima perseroan, manajemen BYAN berpandangan bahwa hingga saat ini belum terdapat perubahan pengendalian atas entitas bisnis. Perkembangan ini menjadi perhatian banyak pihak..

Dalam perkembangannya, selain itu, pasar modal meminta penjelasan mengenai alasan kedua transaksi dilakukan pada harga yang sama.Tak hanya itu, BEI menyoroti dasar penentuan harga pengalihan efek ekuitas pada enam belas pada Oktober 2026 sebesar nominal Rp2 .588 per efek ekuitas.

Sebagaimana diberitakan, perseroan menyampaikan tanggapan atas permintaan penjelasan lanjutan dari pasar modal Efek Nusantara (BEI) terkait transaksi tersebut.Mengutip keterbukaan informasi BEI, pasar modal meminta penjelasan mengenai kesamaan harga dalam transaksi efek ekuitas pada lima belas Oktober lalu 2026 sebesar senilai Rp2 .588 per efek ekuitas. Selain itu, keterkaitannya dengan pelaksanaan Perjanjian Jual Beli efek ekuitas Bersyarat (PJBS) dengan Jhonlin Baratama.BEI, ditambah lagi dengan mempertanyakan apakah terdapat perubahan PJBS yang mengakibatkan pengalihan efek ekuitas lanjutan kepada Jhonlin Baratama.

Data terkini menunjukkan bahwa dampak dari Hal ini disebabkan oleh perseroan bukan merupakan pihak dalam transaksi tersebut. Adalah Pasalnya, pada empat belas Oktober lalu 2026, Dato’ Low Tuck Kwong tercatat membeli efek ekuitas BYAN di pasar reguler dengan harga dana Rp11 .200 per efek ekuitas.Menanggapi pertanyaan tersebut, manajemen BYAN menyatakan tidak dapat memberikan konfirmasi mengenai substansi transaksi.

‘Berdasarkan komposisi efek ekuitas Perseroan di atas, kami mencatat bahwa kepemilikan efek ekuitas terbesar masih dimiliki oleh Dato’ Low Tuck Kwong. Selain itu, Elaine Low yang secara bersama-sama memiliki 30,30%,” tulis manajemen BYAN, Jumat (23/sepuluh/2026).Terkait status pengendalian entitas bisnis, manajemen BYAN menyatakan belum memperoleh informasi yang menunjukkan adanya perubahan pengendalian.

Seandainya pengalihan efek ekuitas tidak dilakukan kepada Jhonlin Baratama. Selain itu, pembelinya merupakan badan usaha.Informasi yang diminta tersebut mencakup bidang usaha, susunan manajemen, susunan pemegang efek ekuitas, hingga pemilik manfaat akhir atau ultimate beneficial owner dari pihak pembeli.Di tengah pertanyaan mengenai transaksi efek ekuitas tersebut, BYAN, ditambah lagi dengan memaparkan komposisi kepemilikan efek ekuitas berdasarkan Laporan Kepemilikan efek ekuitas per sembilan belas pada Oktober 2026 yang bersumber dari sistem Akses PT Kustodian Sentral Efek Nusantara (KSEI).Berdasarkan laporan tersebut, Dato’ Low Tuck Kwong tercatat memiliki dua.766.667.800 efek ekuitas BYAN atau setara delapan,30% dari modal ditempatkan dan disetor juga melengkapi Hal serupa disampaikan perseroan terkait kewajiban penyampaian Laporan Kepemilikan efek ekuitas (LKS), konsekuensinya Tidak hanya itu, informasi mengenai pihak pembeli,.

Sementara itu, Elaine Low memiliki tujuh.333.833.700 efek ekuitas atau 22,00%.Adapun PT Jhonlin Baratama tercatat menguasai sepuluh.084.088.370 efek ekuitas BYAN, setara dengan 30,25% dari modal ditempatkan. Selain itu, disetor.Dengan komposisi tersebut, kepemilikan Dato’ Low Tuck Kwong dan Elaine Low secara bersama-sama mencapai 30,30%, sedikit lebih besar dibandingkan porsi kepemilikan Jhonlin Baratama sebesar 30,25%..

Perkembangan terkait Bayan (BYAN) Ungkap Transaksi Saham, BEI Sorot Harga Jual ke Haji Isam akan terus dipantau mengingat dampaknya terhadap kondisi ekonomi dan pasar secara keseluruhan.


Artikel ini dipublikasikan ulang untuk tujuan edukasi dan informasi pasar.
Untuk informasi resmi kunjungi website kami di:
Berita Equity World Futures

Baca juga:

About Post Author

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

By

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *