Equityworld Futures – Berikut merupakan informasi terbaru terkait Kenapa Dolar AS Terus Menguat? Bikin Rupiah Tertekan ke Rp18.000/US$ yang dirangkum dari berbagai sumber terpercaya dan telah disesuaikan untuk memberikan pemahaman yang lebih jelas kepada pembaca.
Kepala Departemen Kebijakan Ekonomi Moneter BI, Firman Mochtar memaparkan penguatan dolar AS yang terus terjadi beberapa waktu terakhir seiring dengan yield US Treasury yang sudah tumbuh di atas lima%..
Sebagaimana diberitakan, disebutkan dalam keterangan, “Kalau menguat tentunya mata uang negara berkembang akan menjadi lemah, termasuk Nusantara,” lanjutnya. Perkembangan ini menjadi perhatian banyak pihak..
Dalam perkembangannya, merujuk data Refinitiv, rupiah ditutup menguat nol,03% ke posisi sebesar Rp18 .040/US$ pada Jumat (23/sepuluh/2026) Situasi ini terus dipantau oleh otoritas terkait..
Dari hasil penelusuran, yang secara umum memberikan tekanan terhadap nilai tukar rupiah.
Jakarta, EWF Praxis – Rupiah masih terus tertekan oleh penguatan dolar Amerika Serikat (AS) Situasi ini terus dipantau oleh otoritas terkait..
Mata uang Garuda melanjutkan pelemahannya. Selain itu, masih bergerak di kisaran atas sebesar Rp18 .000/US$..
“Jadi aliran modal keluar, tekanan global. Selain itu, tekanan domestik.
Sementara itu, indeks dolar AS (DXY), yang mengukur kekuatan greenback terhadap enam mata uang utama dunia, pada pukul 09.00 WIB masih terpantau menguat nol,sembilan belas% ke posisi 101,802..
“Dampaknya adalah DXY, indeks mata uang dolar terhadap negara maju sudah menguat.
Dengan tujuan berinvestasi di negara berkembang, termasuk Nusantara menjadi berkurang, adalah membuat permintaan dolar Amerika Serikat semakin tinggi. Selain itu, membuat indeks dolar AS, ditambah lagi dengan terus menguat., dilakukan Dampak dari Persepsi investor.
Pasca rupiah melemah nol,25% pada penutupan Kamis (22/sepuluh/2026)., kemudian Penguatan tersebut terjadi.
Kemarin sudah tercatat 101,” ujar Firman saat taklimat media di Gedung BI, Jakarta, dikutip Minggu (25/sepuluh/2026)..
Dengan tujuan menjadi Standalone market, ditambah lagi dengan menekan rupiah., dilakukan Selain itu, Firman melihat pengumuman MSCI yang akan mendiskusikan pasar efek ekuitas Nusantara.
Perkembangan terkait Kenapa Dolar AS Terus Menguat? Bikin Rupiah Tertekan ke Rp18.000/US$ akan terus dipantau mengingat dampaknya terhadap kondisi ekonomi dan pasar secara keseluruhan.
Artikel ini dipublikasikan ulang untuk tujuan edukasi dan informasi pasar.
Untuk informasi resmi kunjungi website kami di:
Berita Equity World Futures
Baca juga:
- Video: Batas Minimal Harag Saham Rp 1 Dimulai, IHSG Anjlok ke 6.100-an
- Breaking News! Nilai Tukar Rupiah Tembus Rp 17.400/US$
