Equityworld Futures – Berikut merupakan informasi terbaru terkait Ganti Pengendali ke Asing, TGUK Keluar dari Pantauan Khusus BEI yang dirangkum dari berbagai sumber terpercaya dan telah disesuaikan untuk memberikan pemahaman yang lebih jelas kepada pembaca.
Nilai transaksi penjualan tersebut, ditambah lagi dengan mencapai sekitar senilai Rp40 ,60 miliar.Sebelum transaksi, PT Dinasti Kreatif Nusantara menguasai dua.476.250.000 efek ekuitas TGUK dengan hak suara sebesar 69,33%.
Dengan tujuan tujuan direct investment sebagaimana diteken pada Conditional Share Purchase Agreement (CSPA) atau Perjanjian Pembelian efek ekuitas Bersyarat,menurut pernyataan, ” sebagaimana dikutip dari keterbukaan informasi BEI, Senin, (lima/sepuluh/2026).Sebelum transaksi, Visionary Capital Global Pte, dilakukan “Transaksi tersebut dilakukan.
Sebagaimana diberitakan, (TGUK) dari papan pemantauan khusus.Dikutip dari keterbukaan informasi Senin (26/sepuluh/2026), usai pencabutan ini TGUK bakal berada di papan pengembangan Hal tersebut disampaikan dalam keterangan resmi..
Berdasarkan informasi yang dihimpun, setelah menjual dua.030.032.377 efek ekuitas, kepemilikannya menyusut menjadi 446.217.623 efek ekuitas dengan hak suara sebesar dua belas,49%..
Setelah transaksi, kepemilikannya menjadi dua.030.032.377 efek ekuitas atau setara dengan 56,84% hak suara.Dengan kepemilikan tersebut, Visionary Capital Global Pte.
Menurut sumber terpercaya, tercatat sebagai pemegang efek ekuitas pengendali baru TGUK.
Jakarta, EWF Praxis – pasar modal Efek Nusantara (BEI) mengumumkan pencabutan perusahaan tercatat gerai minuman Teguk PT Platinum Wahab Nusantara Tbk.
Sebagaimana diberitakan, investor asing tersebut, ditambah lagi dengan menyatakan akan mempertahankan pengendalian atas perseroan.Pada tanggal yang sama, pengendali Teguk sebelumnya, PT Dinasti Kreatif Nusantara melakukan penjualan sebanyak dua.030.032.377 efek ekuitas biasa TGUK di harga sebesar Rp20 per efek ekuitas Perkembangan ini menjadi perhatian banyak pihak..
Pasca memperoleh persetujuan atau perintah dari OJK.Belum lama ini, Teguk memiliki pemegang efek ekuitas pengendali baru setelah investor asing membeli sebesar Rp40 ,enam miliar efek ekuitas, kemudian disebutkan dalam keterangan, “Perubahan ini mulai efektif pada tanggal 27 pada Oktober 2026,” demikian pengumuman pasar modal.TGUK masuk dalam papan pemantauan khusus dengan kriteria sebelas atau kondisi lain yang ditetapkan oleh BEI.
Sebagaimana diberitakan, dampak dari tidak memiliki efek ekuitas TGUK adalah kepemilikannya tercatat nol efek ekuitas dengan hak suara nol%.
Ltd., membeli dua,03 miliar efek ekuitas perseroan.
Dalam perkembangannya, transaksi tersebut dilakukan pada dua bulan Oktober 2026 dengan harga nominal Rp20 per efek ekuitas. Perkembangan ini menjadi perhatian banyak pihak..
Perkembangan terkait Ganti Pengendali ke Asing, TGUK Keluar dari Pantauan Khusus BEI akan terus dipantau mengingat dampaknya terhadap kondisi ekonomi dan pasar secara keseluruhan.
Artikel ini dipublikasikan ulang untuk tujuan edukasi dan informasi pasar.
Untuk informasi resmi kunjungi website kami di:
Berita Equity World Futures
