0 0
Read Time:3 Minute, 12 Second

Equityworld Futures – Berikut merupakan informasi terbaru terkait Rupiah Diramal Bisa Tembus Rp19.000, Airlangga: Kita Lebih Optimistis! yang dirangkum dari berbagai sumber terpercaya dan telah disesuaikan untuk memberikan pemahaman yang lebih jelas kepada pembaca.

Hal ini disampaikan Airlangga saat ditemui pewarta di acara KEARNEY 100 YEARS OF IMPACT dengan tema, menurut pernyataan, “Jakarta Towards 500: Shaping the Next Global City Together”, di Jakarta, Rabu (28/sepuluh/2026)..

Dalam perkembangannya, equity Analyst Mega Capital Sekuritas Revo Gilang Firdaus memperkirakan rupiah bergerak dalam rentang Rp17 .889-Rp18 .280/US$ sepanjang pekan ini.

Mulai dari ketidakpastian konflik Timur Tengah yang membuat harga minyak bertahan di atas US$115 per barel, ekspektasi kenaikan tingkat suku acuan Amerika Serikat (AS), hingga kekhawatiran investor terhadap potensi penurunan klasifikasi pasar efek ekuitas Nusantara oleh Morgan Stanley Capital International (MSCI). Demikian informasi yang berhasil dihimpun..

Namun, dirinya masih optimistis dengan kondisi makroekonomi Nusantara Perkembangan ini menjadi perhatian banyak pihak..

Kondisi ini dinilai meningkatkan risiko fiskal ke depan, sekaligus mendorong naiknya ekspektasi kenaikan tingkat suku acuan AS..

“Ya, kita lihat aja, tapi kita lebih optimistis.

Bank Nusantara (BI) sebelumnya mengungkap sejumlah faktor yang menekan nilai tukar rupiah pada Rabu (28/sepuluh/2026).

Data terkini menunjukkan bahwa jakarta, EWF Praxis – pejabat kabinet Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto memberikan tanggapan mengenai pernyataan sejumlah pengamat yang menilai rupiah berisiko tertekan hingga menembus level dana Rp19 .000 per dolar Amerika Serikat (AS) pada akhir 2026..

Menurut pernyataan, “Proyeksi tersebut mengindikasikan volatilitas rupiah masih tinggi,” kata Revo kepada EWF Praxis..

Kondisi tersebut dapat meningkatkan permintaan dolar AS. Selain itu, menekan mata uang negara berkembang, termasuk rupiah..

Menurutnya, ketidakpastian terkait MSCI yang berlarut-larut berpotensi memicu tambahan arus modal keluar.

Informasi yang berhasil dihimpun menyebutkan bahwa selain itu, meningkatnya kebutuhan valuta asing (valas) domestik menjelang akhir bulan ikut menambah tekanan terhadap nilai tukar..

Kepala Departemen Pengelolaan Moneter. Selain itu, Aset Sekuritas BI Erwin Gunawan Hutapea menyatakan, tekanan terhadap rupiah tidak terlepas dari memburuknya sentimen pasar keuangan global..

Dalam situasi risk-off, investor cenderung mengurangi eksposur terhadap aset berisiko. Selain itu, beralih ke instrumen yang dinilai lebih aman.

Informasi yang berhasil dihimpun menyebutkan bahwa ketidakpastian penyelesaian konflik Timur Tengah membuat harga minyak dunia tetap tinggi.

Tekanan ini berlangsung bersamaan dengan kenaikan imbal hasil atau yield obligasi. Demikian informasi yang berhasil dihimpun..

Kondisi tersebut dapat membuat tekanan terhadap rupiah bertahan di tengah dolar AS yang masih relatif kuat..

Berdasarkan Airlangga, pemerintah akan melihat perkembangkan nilai tukar.

Berdasarkan Erwin, memburuknya sentimen risk-off turut mendorong penguatan dolar AS. Selain itu, memicu arus keluar dana dari pasar negara berkembang (emerging markets) Perkembangan ini menjadi perhatian banyak pihak..

Tekanan terhadap rupiah, ditambah lagi dengan datang dari dalam negeri.

Merujuk data Refinitiv, rupiah ditutup melemah nol,tujuh belas% ke posisi sebesar Rp18 .175/US$.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, nanti kita lihat, kita optimistis dengan kondisi makroekonomi, ya,” katanya singkat kepada pewarta..

Adapun, banyak analis. Selain itu, pengamat yang meyakini rupiah akan tertekan hingga menembus dana Rp19 .000/US$ pada bulan November-bulan Desember 2026..

Dalam perkembangannya, bI menyoroti kekhawatiran pasar terhadap potensi penurunan klasifikasi pasar efek ekuitas Nusantara oleh MSCI yang turut menekan aliran dana..

Posisi tersebut menjadi rekor baru penutupan terlemah rupiah sepanjang masa, melewati rekor sebelumnya di dana Rp18 .170/US$ pada delapan Juni lalu 2026..

Seperti yang dikutip, “Pergerakan Rupiah. Selain itu, mata uang kawasan hari ini masih dipengaruhi ketidakpastian penyelesaian konflik Timur Tengah,” ujar Erwin dalam pernyataan tertulis, Rabu (28/sepuluh/2026)..

Untuk satu bulan ke depan, kisarannya diperkirakan berada di senilai Rp17 .724-senilai Rp18 .499/US$..

Perkembangan terkait Rupiah Diramal Bisa Tembus Rp19.000, Airlangga: Kita Lebih Optimistis! akan terus dipantau mengingat dampaknya terhadap kondisi ekonomi dan pasar secara keseluruhan.


Artikel ini dipublikasikan ulang untuk tujuan edukasi dan informasi pasar.
Untuk informasi resmi kunjungi website kami di:
Berita Equity World Futures

Baca juga:

About Post Author

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

By

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *