Equityworld Futures – Berikut merupakan informasi terbaru terkait Angkasa Pura Alihkan Seluruh Saham GMFI ke InJourney Senilai Rp 5,6 T yang dirangkum dari berbagai sumber terpercaya dan telah disesuaikan untuk memberikan pemahaman yang lebih jelas kepada pembaca.
Sebagaimana diberitakan, jakarta, EWF Praxis – PT Angkasa Pura Nusantara (Persero) resmi melepas seluruh kepemilikan sahamnya di perusahaan tercatat industri maskapai, PT Garuda Maintenance Facility Aero Asia Tbk (GMFI).
Perseroan, ditambah lagi dengan menegaskan bahwa transaksi tersebut merupakan pemindahan hak atas efek ekuitas melalui mekanisme pembagian dividen dalam bentuk efek ekuitas, bukan transaksi repurchase agreement.Adapun tujuan pengalihan tersebut adalah pembagian dividen in specie kepada PT Aviasi Pariwisata Nusantara (Persero).Dalam keterbukaan informasi tersebut, Angkasa Pura Nusantara menyebut kepemilikan efek ekuitas sebelumnya bersifat langsung Perkembangan ini menjadi perhatian banyak pihak..
Perseroan, ditambah lagi dengan menyatakan tidak terdapat efek bersifat ekuitas yang belum dilaksanakan. Hal tersebut disampaikan dalam keterangan resmi..
Dengan adanya aksi korporasi ini, Angkasa Pura sudah tidak ada kepemilikan efek ekuitas di GMFI.Seluruh efek ekuitas yang dipindahkan merupakan efek ekuitas biasa. Selain itu, bukan efek ekuitas dengan hak suara multipel Perkembangan ini menjadi perhatian banyak pihak..
Aksi tersebut dilakukan melalui mekanisme pembagian dividen dalam bentuk efek ekuitas atau dividend in specie kepada PT Aviasi Pariwisata Nusantara (Persero) atau InJourney.Mengutip keterbukaan informasi pasar modal Efek Nusantara (BEI), transaksi tersebut dilakukan pada tanggal dua periode November 2026.Angkasa Pura Nusantara mengalihkan sebanyak 82,sepuluh miliar efek ekuitas GMFI atau setara dengan 65,77% hak suara.
Adapun nilai pengalihan efek ekuitas tersebut mencapai sebesar Rp5 ,66 triliun. Hal tersebut disampaikan dalam keterangan resmi..
Perkembangan terkait Angkasa Pura Alihkan Seluruh Saham GMFI ke InJourney Senilai Rp 5,6 T akan terus dipantau mengingat dampaknya terhadap kondisi ekonomi dan pasar secara keseluruhan.
Artikel ini dipublikasikan ulang untuk tujuan edukasi dan informasi pasar.
Untuk informasi resmi kunjungi website kami di:
Berita Equity World Futures
Baca juga:
- Video: Jelang Rilis Rebalancing Indeks MSCI, Asing Lepas Saham RI
- Video: IHSG Gamang Sambut Badai Sentimen-Rupiah Melemah Lawan Dolar AS
