Equityworld Futures – Berikut merupakan informasi terbaru terkait Kisruh MSCI Belum Beres, Ini Risiko Bagi Pasar Keuangan RI yang dirangkum dari berbagai sumber terpercaya dan telah disesuaikan untuk memberikan pemahaman yang lebih jelas kepada pembaca.
Menurut sumber terpercaya, artinya kalau kita lihat direct channel dari outflows yang keluar dari pasar efek ekuitas, dampaknya harusnya lebih kecil,” kata Irman..
Dalam kondisi MSCI menurunkan kelas pasar efek ekuitas Nusantara di emerging market menjadi standalone market pada kuartal dua 2027., maka Jakarta, EWF Praxis – Investor asing diperkirakan akan menjual sahamnya secara masif.
Dari hasil penelusuran, kepala ekonom Bank Danamon Irman Faiz menyatakan arus modal keluar diperkirakan mencapai US$dua miliar hingga US$enam miliar atau dana Rp36 triliun hingga dana Rp108 triliun (kurs dana Rp18 .000/US$)..
Lebih lanjut, Irman menyatakan bahwa arus keluar tersebut berasal dari investor yang memang menggunakan MSCI (passive find) sebagai standar pengambilan keputusan, ditambah lagi dengan investor yang tidak terikat MSCI atau mandiri (active find)..
Walaupun demikian, Irman menekankan keluarnya arus modal asing di pasar efek ekuitas tidak menjadi faktor fundamental bagi pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat..
Berdasarkan studi yang dilakukan Irman, sensitivitas arus keluar modal asing di pasar efek ekuitas per US$100 juta hanya menyebabkan sebesar Rp11 -dua belas depresiasi dari level sebelumnya..
Terlebih lagi efek negatif sentimen MSCI lebih berdampak langsung terhadap keluarnya modal asing di pasar efek ekuitas dibandingkan pasar keuangan lainnya..
Menurut sumber terpercaya, berdasarkan Irman, arus modal asing yang keluar di pasar efek ekuitas belum pasti uangnya keluar dari Nusantara, bisa saja hasil jualan efek ekuitas kembali diputar di sektor atau instrumen lain yang berisiko rendah di pasar keuangan Nusantara..
Menurut sumber terpercaya, mendahului dia keluar, adalah sensitivitas rupiah kita itu lebih kecil, terjadi Dampak dari “Kalau pasar efek ekuitas dia bisa lakukan asset rotation dulu Informasi ini diperoleh dari berbagai sumber terpercaya..
Selain itu, walaupun fundamental ekonomi masih baik, Irman meyakini investor asing tidak akan menambah porsi efek ekuitas hingga masa tunggu berakhir..
Berikut pernyataannya: “Nah kami melihat memang potensi keluar dari pasar efek ekuitas ini berkisar antara US$dua sampai US$enam miliar yang terdiri dari active fund. Selain itu,, ditambah lagi dengan passive fund,” paparnya kepada awak media saat media briefing Bank Nusantara, Sabang, Kamis (lima/sebelas/2026)..
Data terkini menunjukkan bahwa hal tersebut disebabkan oleh investor yang lebih menerapkan strategi wait and see. Selain itu, menunggu posisi terbawah efek ekuitas-sahamnya di Nusantara..
Disebutkan dalam keterangan, “Makanya mereka tidak serta-merta keluar langsung semuanya, tapi masih banyak yang bertahan,” katanya..
Dampak dari berikut pernyataannya: “Artinya kalau kita di downgrade baru dia akan keluar, adalah sifatnya lebih lagging menuju kuartal dua 2027,” sambungnya..
Perkembangan terkait Kisruh MSCI Belum Beres, Ini Risiko Bagi Pasar Keuangan RI akan terus dipantau mengingat dampaknya terhadap kondisi ekonomi dan pasar secara keseluruhan.
Artikel ini dipublikasikan ulang untuk tujuan edukasi dan informasi pasar.
Untuk informasi resmi kunjungi website kami di:
Berita Equity World Futures
Baca juga:
- 218 Emiten Kena Sanksi BEI Akibat Telat Lapor Lapkeu, Ini Daftarnya
- Yuan Marak Dipakai di RI, BI Permudah Transaksinya di Perbankan
