0 0
Read Time:2 Minute, 34 Second

Bursa Asia-Pasifik dibuka bervariasi pada perdagangan Kamis (25/1/2024) seiring dengan investor yang menanti rilis data pertumbuhan ekonomi Amerika Serikat (AS). Hingga pukul 08:30 WIB, indeks Hang Seng Hong Kong menguat 0,25%, Shanghai Composite China naik tipis 0,04%, dan ASX 200 Australia bertambah 0,11%. Sementara itu, indeks Nikkei 225 Jepang melemah 0,42%, Straits Times Singapura turun tipis 0,03%, dan KOSPI Korea Selatan terkoreksi 0,35%.

Korea Selatan mencatatkan pertumbuhan ekonomi yang kembali positif pada kuartal terakhir 2023, meskipun ekspor cenderung melambat. Bank of Korea (BoK) melaporkan produk domestik bruto (PDB) kuartal IV-2023 tumbuh 2,2% secara tahunan (year-on-year/yoy), meningkat dari 1,4% pada kuartal III-2023. Secara kuartalan (quarter-to-quarter/qtq), PDB bertahan dengan pertumbuhan 0,6%, sama seperti kuartal sebelumnya. Ekspor tumbuh 2,6%, turun dari 3,4% pada kuartal sebelumnya, sementara konsumsi swasta tumbuh 0,2%, sedikit menurun dari 0,3% pada kuartal III-2023.

Bank sentral Korea memperkirakan perekonomian akan tumbuh sebesar 2,1% tahun ini, turun dari perkiraan awal sebesar 2,4%. Dana Moneter Internasional (IMF) memperkirakan pertumbuhan tahunan Korea Selatan mencapai 2,2% pada 2024. Tingginya biaya pinjaman terus membebani perekonomian domestik. BoK mempertahankan suku bunga acuan sebesar 3,5% untuk sesi kedelapan berturut-turut, dengan alasan suku bunga harus tetap tinggi untuk mengendalikan inflasi.

Di sisi lain, langkah bank sentral China (People’s Bank of China/PBoC) untuk mengurangi persyaratan rasio cadangan bank mulai 5 Februari diharapkan dapat menyediakan modal jangka panjang sebesar 1 triliun yuan (US$ 139,8 miliar) guna meningkatkan perekonomian yang sedang kesulitan.

Bursa Asia-Pasifik yang bervariasi terjadi di tengah pergerakan bervariasi di Wall Street. Indeks Dow Jones Industrial Average (DJI) ditutup melemah 0,26%, sementara S&P 500 naik tipis 0,08% dan Nasdaq Composite menguat 0,36%. Saham teknologi mega cap seperti Netflix dan Microsoft menjadi penopang S&P 500 dan Nasdaq. Netflix melonjak 13% setelah melaporkan jumlah pelanggan mencapai 260,8 juta, angka tertinggi sepanjang masa. Pendapatan Netflix pun melampaui perkiraan analis. Sementara, saham Microsoft melesat lebih dari 1%, mengirimkan nilai pasarnya di atas US$3 triliun untuk pertama kalinya.

Laporan pendapatan dari perusahaan seperti Tesla menjadi fokus investor. Lebih dari 71% perusahaan S&P 500 yang telah melaporkan pendapatan triwulanan sejauh ini melampaui ekspektasi Wall Street, menurut FactSet.

Para pedagang menantikan data produk domestik bruto kuartal keempat dan indeks harga pengeluaran konsumsi pribadi yang akan dirilis pekan ini. Berdasarkan konsensus Trading Economics, pembacaan awal pertumbuhan ekonomi AS pada kuartal IV-2023 diperkirakan tumbuh 2% (qtq), lebih rendah dari 4,9% pada kuartal sebelumnya namun tetap yang terkuat sejak kuartal IV-2021.

Jika pertumbuhan ekonomi AS melambat, ini bisa menjadi momentum yang tepat bagi The Federal Reserve (The Fed) untuk menurunkan suku bunganya. Menurut perangkat CME Fedwatch, pasar melihat kemungkinan pemangkasan suku bunga Federal Fund Rate (FFR) pada Mei 2024, dengan target turun sebesar 150 basis poin ke 3,75%-4,00% pada akhir 2024, dari target saat ini 5,25%-5,5%.

Jangan lupa untuk cek dan coba layanan trading kami di demo ewf

About Post Author

IT Sby Praxis

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *