0 0
Read Time:1 Minute, 47 Second

Harga minyak dunia kembali melanjutkan penguatannya pada perdagangan Rabu (10/6) setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengeluarkan peringatan bahwa Washington siap melancarkan serangan baru terhadap Iran. Pernyataan tersebut meningkatkan kekhawatiran pasar bahwa konflik di Timur Tengah masih jauh dari mereda, sehingga risiko gangguan pasokan energi global tetap tinggi, terutama di kawasan strategis Selat Hormuz.

Ikuti perkembangan terbaru mengenai pasar komoditas, investasi, dan perdagangan berjangka melalui media sosial resmi PT. Equityworld Futures Praxis Surabaya di https://linktr.ee/ewfprx atau dapatkan informasi harian melalui Instagram resmi https://www.instagram.com/equityworld_praxis.official.

Dalam perdagangan di New York, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) ditutup menguat sekitar 2,1% ke level US$90,03 per barel, sementara minyak acuan global Brent untuk kontrak Agustus naik sekitar 1,8% menjadi US$93,10 per barel. Penguatan ini mencerminkan kembalinya premi risiko geopolitik ke dalam harga minyak setelah meningkatnya ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran.

Situasi semakin memanas setelah laporan mengenai aksi militer di sekitar Selat Hormuz yang diikuti dengan respons dari Iran terhadap kepentingan militer Amerika Serikat di kawasan tersebut. Rangkaian insiden itu meningkatkan kekhawatiran terhadap keamanan jalur distribusi energi global, mengingat Selat Hormuz merupakan salah satu jalur pelayaran minyak paling penting di dunia yang menopang sebagian besar perdagangan energi internasional.

Bagi Anda yang ingin mengetahui lebih lanjut mengenai layanan dan produk investasi dari PT. Equityworld Futures Praxis Surabaya, silakan kunjungi https://www.equityworld-futures.com/index.php/id/broker/surabaya-praxis. Anda juga dapat mencoba pengalaman trading melalui akun demo gratis di https://demo.ew-futures.com/login untuk mempelajari mekanisme perdagangan sebelum bertransaksi di pasar sesungguhnya.

Selain faktor geopolitik, penguatan harga minyak juga didukung oleh data persediaan minyak mentah Amerika Serikat yang kembali mengalami penurunan signifikan. Kondisi pasokan yang semakin ketat menjadi salah satu penopang harga di tengah ketidakpastian global. Meski demikian, pasar masih menilai pasokan fisik dunia relatif mampu menyerap sebagian gangguan yang terjadi berkat pelepasan cadangan strategis dan masih berlangsungnya sebagian arus distribusi minyak. Investor kini akan terus memantau perkembangan konflik Timur Tengah serta dampaknya terhadap stabilitas pasokan energi global. Untuk mendapatkan berita ekonomi dan analisis pasar terkini lainnya, kunjungi https://www.newsmaker.id.

About Post Author

IT Sby Praxis

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *