0 0
Read Time:1 Minute, 58 Second

Pada perdagangan hari ini, Kamis (25/1), nilai tukar rupiah ditutup melemah di tengah penantian investor terhadap serangkaian data ekonomi Amerika Serikat (AS) yang akan dirilis akhir pekan ini.

Direktur Laba Forexindo Berjangka, Ibrahim Assuaibi, menjelaskan bahwa perhatian pasar saat ini tertuju pada data Produk Domestik Bruto (PDB) AS kuartal IV-2023 yang akan dirilis pada Kamis malam waktu Indonesia. Data ini diperkirakan akan menunjukkan penurunan pertumbuhan, meskipun perekonomian AS masih diprediksi tetap unggul dibandingkan negara-negara maju lainnya.

Selain itu, data indeks harga PCE (Personal Consumption Expenditures), yang merupakan alat pengukur inflasi pilihan The Fed, juga akan dirilis pada Jumat (26/1). Data ini diharapkan menunjukkan inflasi yang stabil pada bulan Desember 2023.

Ibrahim menjelaskan bahwa ketahanan ekonomi AS dan inflasi yang tinggi memberikan The Fed lebih banyak ruang untuk mempertahankan suku bunga pada level tinggi lebih lama. “Peringatan dari beberapa pejabat The Fed pada awal Januari 2024 ini, ditambah dengan inflasi yang kuat dan pasar tenaga kerja yang solid, membuat para pedagang melepaskan spekulasi bahwa The Fed akan mulai menurunkan suku bunganya paling lambat pada bulan Maret 2024,” ungkap Ibrahim dalam risetnya.

Di Asia, Bank Rakyat Tiongkok (PBOC) secara tak terduga memangkas rasio persyaratan cadangan (RRR) untuk bank-bank lokal, yang diperkirakan akan menambah hampir US$140 miliar likuiditas ke dalam perekonomian. Pemotongan RRR ini bertujuan untuk menyediakan lebih banyak modal untuk disuntikkan ke dalam perekonomian, dan PBOC juga menandai akan ada lebih banyak langkah untuk membantu menopang pertumbuhan ekonomi.

“Sinyal tersebut membantu pasar Tiongkok bangkit dari posisi terendah dalam beberapa tahun terakhir, setelah melemahnya pertumbuhan ekonomi yang mendorong arus keluar modal besar-besaran dari pasar regional,” jelas Ibrahim.

Ibrahim juga mencermati bahwa pergerakan rupiah dipengaruhi oleh data realisasi investasi Indonesia kuartal IV-2023 yang dirilis oleh Kementerian Investasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM). Realisasi investasi Indonesia pada kuartal IV 2023 mencapai Rp365,8 triliun, tumbuh 16,2% YoY. Penanaman Modal Asing (PMA) mencapai Rp184,4 triliun atau 50,4% dari total investasi, sementara Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) sebesar Rp181,4 triliun atau 49,6%.

Ibrahim memperkirakan bahwa rupiah akan bergerak fluktuatif namun tetap ditutup melemah pada rentang Rp15.810 hingga Rp15.880 per dolar AS pada perdagangan Jumat (26/1). Mengutip Bloomberg, kurs rupiah spot hari ini ditutup melemah 0,72% pada posisi Rp15.826 per dolar AS.

Jangan lupa untuk cek dan coba layanan trading kami di demo ewf

About Post Author

IT Sby Praxis

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *