0 0
Read Time:1 Minute, 57 Second

Harga emas dunia mencetak rekor tertinggi baru pada perdagangan Rabu (3/4/2024), melanjutkan tren penguatan yang telah berlangsung selama empat hari berturut-turut. Berdasarkan data Refinitiv, harga emas ditutup di posisi US$ 2.299,17 per troy ons, naik 0,84%. Emas telah menguat selama tujuh hari berturut-turut dengan total kenaikan mencapai 6,3%.

Pagi ini, sekitar pukul 05:55 WIB, harga emas kembali naik tipis 0,08% menjadi US$ 2.300,99 per troy ons, pertama kalinya dalam sejarah harga emas menyentuh level psikologis US$ 2.300 per troy ons.

Kenaikan harga emas terjadi meskipun imbal hasil (yield) obligasi pemerintah Amerika Serikat (AS) meningkat. Pada perdagangan Rabu kemarin, yield Treasury tenor 10 tahun naik 2 basis poin (bp) menjadi 4,349%, tertinggi sejak November 2023. Biasanya, kenaikan imbal hasil US Treasury menekan harga emas karena emas tidak menawarkan imbal hasil.

Namun, pelemahan dolar AS turut mendukung kenaikan harga emas. Indeks dolar AS turun 0,54% ke posisi 104,25 pada penutupan perdagangan kemarin. Tai Wong, pedagang logam independen yang berbasis di New York, mengatakan bahwa emas melonjak ke rekor tertinggi karena peningkatan volume perdagangan setelah Jerome Powell menekankan bahwa gangguan kecil tidak mengubah gambaran keseluruhan ekonomi.

Ketidakpastian geopolitik juga memicu permintaan terhadap emas. Situasi di Timur Tengah memanas setelah sebuah rudal Israel mengenai Kantor Konsulat Iran di Damaskus, menewaskan 11 orang termasuk beberapa diplomat Iran dan pejabat militer senior. Iran berjanji akan membalas dendam terhadap Israel atas serangan ini, menambah ketidakpastian global.

Dalam pidatonya di acara Economic Outlook di Stanford Business, Government, and Society Forum, Stanford, California, Ketua Federal Reserve Jerome Powell menyatakan bahwa butuh waktu lama bagi para pembuat kebijakan untuk mengevaluasi keadaan inflasi. Penurunan suku bunga tahun ini masih mungkin terjadi, tetapi waktunya belum pasti. Investor masih memperkirakan penurunan suku bunga pertama pada pertemuan kebijakan The Fed pada 11-12 Juni, meskipun data ekonomi baru-baru ini yang lebih kuat telah menimbulkan keraguan terhadap hasil tersebut.

Menurut perangkat CME FedWatch, peluang penurunan suku bunga pada Juni diperkirakan sebesar 61,5%, turun dari sekitar 63,8% pada pekan lalu.

Sebagai aset lindung nilai terhadap inflasi dan safe haven selama masa ketidakpastian politik dan ekonomi, emas telah melonjak lebih dari 11% sepanjang tahun ini, didukung oleh kuatnya pembelian oleh bank sentral dan tingginya permintaan investor.

Jangan lupa untuk cek dan coba layanan trading kami di demo ewf

About Post Author

IT Sby Praxis

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *