0 0
Read Time:1 Minute, 7 Second

Pada Jumat, 26 Juli 2024, rupiah ditutup melemah 0,25% terhadap dolar Amerika Serikat (AS) di level Rp16.285/US$, tertekan oleh data ekonomi AS yang lebih solid dari perkiraan. Secara intraday, rupiah sempat terdepresiasi hingga mencapai Rp16.295/US$.

Secara mingguan, rupiah tercatat melemah 0,62%, mengalami penurunan yang lebih besar dibandingkan pekan sebelumnya yang sebesar 0,31%.

Di pasar global, indeks dolar AS (DXY) stabil pada angka 104,35, tidak berubah dibandingkan posisi kemarin.

Data terbaru dari Departemen Perdagangan AS menunjukkan bahwa produk domestik bruto (PDB) AS pada kuartal II-2024 tumbuh 2,8% secara kuartalan, melampaui ekspektasi pasar yang memperkirakan pertumbuhan sebesar 2%. PDB kuartal II-2024 ini juga lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan 1,4% pada kuartal I-2024.

Laporan PDB ini menunjukkan bahwa sektor bisnis dan konsumen masih aktif berinvestasi dan berbelanja, meskipun harga barang tetap tinggi. Inflasi AS mengalami penurunan dan berada pada jalur untuk melambat menuju target 2% yang ditetapkan oleh Federal Reserve (The Fed).

Kuatnya pertumbuhan ekonomi AS mengurangi kemungkinan pemangkasan suku bunga oleh The Fed, yang memberikan tekanan tambahan pada mata uang rupiah. Ralph Birger Poetiray, Head of Treasury & Financial Institution Bank Mega, menggarisbawahi bahwa fokus pasar saat ini lebih pada arah kebijakan suku bunga The Fed ketimbang isu politik seperti Pilpres AS.

Jangan lupa untuk cek dan coba layanan trading kami di demo ewf

About Post Author

IT Sby Praxis

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *