Indeks Hang Seng ditutup menguat pada sesi sebelumnya dengan kenaikan 0,43% ke level 17.874,67. Indeks Saham Cina Enterprise (HSCE) juga mengalami kenaikan 0,44% menjadi 6.306,36, sementara indeks Hang Seng berjangka bulan Agustus 2024 meningkat 0,57% ke posisi 17.836.
Untuk hari ini, Hang Seng diprediksi akan menghadapi tantangan di tengah rebound moderat pasar saham AS, dengan Dow Jones mencapai rekor baru. Namun, pelemahan harga minyak mentah WTI yang turun lebih dari 2% di tengah ketegangan di Timur Tengah dan kekhawatiran penutupan ladang minyak di Libya dapat memberikan sentimen negatif bagi pasar.
Secara teknikal, menurut analis Vibiz Research Center, indeks Hang Seng diproyeksikan akan melemah. Di awal sesi, indeks mungkin mengalami kenaikan menuju level 17.870. Jika berhasil menembus level ini, indeks berpotensi melanjutkan kenaikan menuju Resistance 2 (R2) hingga Resistance 3 (R3).
Namun, jika Hang Seng berbalik arah, ada kemungkinan penurunan menuju level 17.560. Jika tekanan jual berlanjut, indeks dapat meluncur lebih jauh menuju Support 2 (S2) hingga Support 3 (S3).
Dengan ketidakpastian global dan kondisi pasar minyak yang bergejolak, investor disarankan untuk memperhatikan pergerakan harga dan faktor eksternal yang dapat mempengaruhi sentimen pasar.
