0 0
Read Time:1 Minute, 44 Second

Harga emas kembali mencetak rekor tertinggi sepanjang masa dengan penguatan nyaris 2%. Berdasarkan data dari Refinitiv, pada akhir perdagangan Kamis, 12 September 2024, harga emas acuan dunia (XAU) di pasar spot menguat 1,88% menjadi US$ 2.558,74 per troy ons. Lonjakan ini membawa harga emas ke titik tertingginya.

Namun, pada Jumat pagi pukul 06.00 WIB, harga emas terpantau mengalami koreksi tipis sebesar 0,03%, turun menjadi US$ 2.557,09 per troy ons. Pergerakan harga emas yang atraktif kemarin tampaknya dipicu oleh prospek pemangkasan suku bunga oleh Federal Reserve yang semakin jelas, setelah rilis data tenaga kerja menunjukkan stabilitas di tengah inflasi yang terus melandai.

Semalam, Amerika Serikat merilis Indeks Harga Produsen (PPI) untuk permintaan akhir yang meningkat 0,2% pada bulan Agustus, melampaui estimasi pertumbuhan sebesar 0,1%. Angka inti PPI, yang tidak memperhitungkan harga pangan dan energi yang fluktuatif, naik 0,3%, lebih tinggi dari perkiraan 0,2%.

Data inflasi konsumen untuk bulan Agustus, yang dirilis pada hari Rabu, menunjukkan hasil yang baik dengan pertumbuhan tahunan sebesar 2,5%, lebih baik dari ekspektasi pasar yang memproyeksikan pertumbuhan 2,6%, dan turun dari 2,9% pada bulan sebelumnya.

Penurunan laju inflasi ini setidaknya meredakan kekhawatiran atas kondisi pasar tenaga kerja yang mengecewakan pekan lalu, serta ekspektasi pasar terhadap kemungkinan resesi ekonomi. Secara terpisah, jumlah warga Amerika yang mengajukan aplikasi baru untuk tunjangan pengangguran pada pekan yang berakhir 7 September 2024 bertambah sesuai ekspektasi, mencapai 230.000, menunjukkan bahwa pemutusan hubungan kerja (PHK) tetap rendah meskipun pasar tenaga kerja melambat.

Peter Tuz, presiden Chase Investment Counsel di Charlottesville, Virginia, menyatakan bahwa data yang dirilis minggu ini cukup meyakinkan bagi The Fed untuk mengambil pendekatan yang lebih konservatif. “Data minggu ini cukup menegaskan bahwa kita tidak mungkin mengalami pendaratan keras dan bahwa kita sedang mengalami pendaratan lunak. Inflasi turun pada angka konsumen dan produsen,” ungkap Tuz.

Dengan latar belakang ini, pergerakan harga emas kemungkinan akan terus dipengaruhi oleh dinamika ekonomi global, termasuk keputusan kebijakan moneter dari The Fed dan kondisi pasar tenaga kerja di AS.
Jangan lupa untuk cek dan coba layanan trading kami di demo ewf

About Post Author

IT Sby Praxis

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *