Indeks Nikkei 225 Jepang memimpin pasar Asia-Pasifik setelah Federal Reserve mengumumkan pemangkasan suku bunga sebesar 50 basis poin. Baik Nikkei maupun Topix yang berbasis luas naik sekitar 2%, sementara yen Jepang melemah 0,83% menjadi 143,45 terhadap dolar AS.
Di Korea Selatan, indeks Kospi, yang mencakup saham-saham unggulan, mengalami penurunan 0,51% setelah sempat menguat saat pembukaan. Di sisi lain, indeks Kosdaq, yang terdiri dari saham-saham berkapitalisasi kecil, naik 0,25%.
Indeks S&P/ASX 200 Australia juga mencatatkan kenaikan sebesar 0,15% saat pembukaan. Futures CSI 300 China berada di 3.191, sedikit lebih rendah dibandingkan penutupan Selasa di 3.195,76.
Pemangkasan suku bunga oleh The Fed membawa suku bunga acuan menjadi berkisar antara 4,75% hingga 5%. Sejalan dengan langkah tersebut, Otoritas Moneter Hong Kong juga menurunkan suku bunganya sebesar 50 basis poin menjadi 5,25%.
Sementara itu, Produk Domestik Bruto (PDB) Selandia Baru untuk kuartal kedua menyusut sebesar 0,2% dibandingkan kuartal sebelumnya, lebih baik dari perkiraan jajak pendapat Reuters yang memprediksi penurunan sebesar 0,4%.
Investor di Asia kini memperhatikan data perdagangan bulan Agustus dari Malaysia serta angka pengangguran dari Australia, sembari menunggu keputusan bank sentral di kawasan tersebut.
Bank of Japan bersiap untuk memulai pertemuan dua hari yang akan berakhir pada Jumat, di mana para bankir sentral akan mengambil keputusan suku bunga penting setelah mengakhiri kebijakan suku bunga ultra-rendah awal tahun ini. Selain itu, bank sentral Taiwan dijadwalkan untuk membuat keputusan suku bunga pada hari Kamis, sekaligus merilis revisi perkiraan pertumbuhan ekonomi dan inflasi untuk tahun ini.
Jangan lupa untuk cek dan coba layanan trading kami di demo ewf
