0 0
Read Time:1 Minute, 8 Second

Harga perak mengalami lonjakan signifikan pada hari Senin (18/11), menguat di atas $30,50 per ons setelah sempat merosot ke posisi terendah dua bulan sebelumnya. Kenaikan ini terjadi seiring dengan terhentinya reli dolar AS dan pelaku pasar yang menilai ulang prospek kebijakan moneter Federal Reserve (Fed).

Dolar AS, yang sebelumnya menguat tajam didorong oleh ekspektasi pemangkasan suku bunga yang lebih sedikit dan optimisme terhadap perekonomian AS di bawah pemerintahan Presiden terpilih Donald Trump, mengalami aksi ambil untung. Pelemahan dolar ini memberi ruang bagi harga perak untuk kembali menguat, karena logam mulia ini menjadi lebih terjangkau bagi pembeli yang menggunakan mata uang lain.

Sementara itu, investor terus memantau perkembangan kebijakan suku bunga AS, menunggu komentar lebih lanjut dari pejabat-pejabat Federal Reserve dalam minggu ini. Pasar juga menantikan keputusan tentang Lending Prime Rate (LPR) dari Tiongkok, dengan harapan otoritas Tiongkok akan meluncurkan kebijakan stimulus tambahan guna mendongkrak pertumbuhan ekonomi negara tersebut.

Ketegangan geopolitik juga meningkat, terutama setelah Presiden AS Joe Biden mengizinkan Ukraina untuk menggunakan senjata buatan AS dalam serangan jauh di dalam wilayah Rusia. Hal ini memicu kekhawatiran tentang eskalasi konflik global yang lebih luas, sehingga meningkatkan permintaan untuk aset safe haven seperti perak.

Kenaikan harga perak ini mencerminkan bagaimana dinamika global, baik dari sisi kebijakan moneter maupun ketegangan geopolitik, dapat memengaruhi pasar logam mulia.

Jangan lupa untuk cek dan coba layanan trading kami di demo ewf

About Post Author

IT Sby Praxis

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *