0 0
Read Time:1 Minute, 6 Second

Harga emas melonjak signifikan setelah dirilisnya data Indeks Harga Konsumen (CPI) Amerika Serikat untuk bulan Desember 2024. Emas berjangka mengalami lonjakan sebesar US$29,50 atau 1,1%, sementara harga emas spot juga mencatatkan kenaikan serupa, berakhir di US$2.722,60 per ons pada Rabu, 15 Januari 2025, waktu Amerika Serikat. Lonjakan harga emas ini mencerminkan respons pasar terhadap data inflasi yang menunjukkan peningkatan di AS dan dampaknya terhadap kebijakan moneter Bank Sentral AS (The Federal Reserve).

Biro Statistik Tenaga Kerja AS melaporkan inflasi bulanan naik 0,4% pada Desember 2024, melebihi perkiraan yang hanya 0,3%, serta inflasi tahunan mencapai 2,9%. Inflasi inti, yang mengabaikan harga pangan dan energi yang fluktuatif, mencatatkan kenaikan tahunan 3,2%, sedikit lebih rendah dari ekspektasi 3,3%. Kenaikan tajam dalam biaya energi, yang naik 2,6%, menjadi kontributor utama terhadap inflasi bulan tersebut, menyumbang lebih dari 40% dari kenaikan bulanan.

Menurut Tina Adatia, Kepala Manajemen Portofolio Pendapatan Tetap di Goldman Sachs Asset Management, meskipun kecil kemungkinan The Fed akan memangkas suku bunga pada Januari 2025, data inflasi yang lebih rendah dari perkiraan mengurangi kekhawatiran pasar bahwa inflasi akan kembali melonjak. Hal ini juga menguatkan pandangan bahwa siklus pemotongan suku bunga belum berakhir, memberikan sentimen positif terhadap emas sebagai aset safe haven.

 

Jangan lupa untuk cek dan coba layanan trading kami di demo ewf

About Post Author

IT Sby Praxis

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *