Pasar saham Jepang kembali berada di bawah tekanan. Indeks Nikkei 225 pada Bursa Efek Tokyo ditutup melemah 235,16 poin atau sekitar 0,64% pada hari Selasa (11/3/2025), turun ke level 36.793,11. Sementara itu, indeks Topix juga mengalami penurunan lebih dalam sebesar 1,11% ke posisi 2.670,72.
Menurut laporan dari AFP, pelemahan ini dipicu oleh kekhawatiran pasar terhadap dampak perang tarif global yang kembali mencuat akibat kebijakan pemerintah Amerika Serikat di bawah kepemimpinan Presiden Donald Trump. Ketegangan dagang yang meningkat mendorong sentimen negatif dan kekhawatiran investor akan perlambatan ekonomi global.
Pelemahan terjadi secara menyeluruh, dipimpin oleh sektor manufaktur dan teknologi. Saham Konica Minolta anjlok 6,98%, memimpin penurunan setelah kekhawatiran atas permintaan ekspor. Saham raksasa teknologi Fujitsu turun 4,98%, disusul T&D Holdings (asuransi) yang merosot 4,68%.
Sektor konsumen dan konstruksi juga tidak luput dari tekanan. Saham Shiseido turun 4,32%, sedangkan Taisei melemah 3,9%. Bahkan dua pemain besar otomotif Jepang, Toyota Motor dan Suzuki Motor, masing-masing terkoreksi 2,63% dan 2,23%.
Sementara itu, nilai tukar dolar AS terhadap yen berada di kisaran 147,24 yen per dolar, mencerminkan pelemahan tipis greenback di tengah ketidakpastian global.
📱 Untuk update pasar dan analisis mendalam seputar tren investasi global, jangan lupa ikuti media sosial kami di:
🎯 Penasaran bagaimana strategi Anda akan bekerja di pasar nyata?
Coba langsung akun simulasi trading gratis kami!
👉 Mulai trading tanpa risiko di DEMO EWF
