Indeks Hang Seng ditutup melemah signifikan pada sesi perdagangan sebelumnya, turun 1,9% ke level 23.784, seiring dengan meningkatnya kekhawatiran atas deflasi di Tiongkok yang memicu kecemasan terhadap laju pemulihan ekonomi negeri tirai bambu. Kondisi ini terjadi di tengah meningkatnya ketegangan perdagangan global dan tekanan pasar global lainnya.
Indeks China Enterprise (HSCE) juga mencatatkan penurunan tajam 2,21% dan ditutup pada 8.725,21, sedangkan indeks Hang Seng berjangka untuk Maret 2025 ikut terkoreksi 1,98% ke posisi 23.758.
Pelemahan pasar Asia dipengaruhi oleh jatuhnya indeks saham Wall Street pada awal pekan ini. Indeks Nasdaq bahkan mencatat kerugian harian terburuk sejak 2022. Selain itu, harga minyak mentah WTI anjlok ke level terendah dalam 6 bulan terakhir, memperkuat kekhawatiran atas potensi resesi global dan melemahnya pertumbuhan ekonomi dunia.
📣 Mau update harian, analisa teknikal, dan insight pasar lebih cepat?
Ikuti media sosial kami di sini:
Analisa Teknikal Hang Seng Hari Ini (12 Maret 2025)
Menurut tim analis Vibiz Research Center, Hang Seng secara teknikal diperkirakan masih akan cenderung melemah di awal sesi perdagangan hari ini. Jika tekanan jual berlanjut, indeks dapat turun ke level 23.690, bahkan bisa meluncur lebih jauh menuju S1 (23.497) hingga S2 (23.237).
Namun, jika pasar membalik arah dan minat beli meningkat, potensi rebound bisa membawa indeks ke 23.980, dan jika menembus level ini, peluang menguji R1 (24.175) hingga R2 (24.593) pun terbuka.
| Level Resistance/Support | Nilai |
|---|---|
| R3 | 24.853 |
| R2 | 24.593 |
| R1 | 24.175 |
| Pivot | 23.915 |
| S1 | 23.497 |
| S2 | 23.237 |
| S3 | 22.819 |
📌 Buy Avg: 24.175
📌 Sell Avg: 23.390
🚀 Ingin mencoba strategi ini secara langsung dan tanpa risiko?
Kamu bisa trading di akun simulasi gratis kami untuk melatih kemampuan analisa dan eksekusi trading kamu.
👉 Coba akun DEMO EWF sekarang!
