Harga emas dunia tergelincir tajam hampir 2% pada Jumat (04/04), menyusul gejolak pasar yang dipicu oleh aksi balasan Tiongkok terhadap kebijakan tarif tinggi dari Presiden AS, Donald Trump. Para pelaku pasar ramai-ramai melepas kepemilikan emas batangan mereka dalam upaya menyeimbangkan kerugian di aset-aset lain yang terdampak tekanan pasar.
Emas spot tercatat turun 1,9% ke level $3.053,98 per ons pada pukul 10:05 EDT (14:05 GMT), hanya sehari setelah mencetak rekor tertinggi $3.167,57. Sementara itu, harga emas berjangka AS juga ikut melemah sebesar 1,6% menjadi $3.072,10 per ons.
Penurunan ini terjadi seiring langkah investor menjual emas mereka untuk menutupi margin call di kelas aset lainnya, ujar sejumlah analis. Meski demikian, sentimen positif jangka menengah masih ada.
“Kami masih melihat potensi penguatan lanjutan, terutama dalam kondisi pasar yang cenderung risk-off saat ini. Kami memperkirakan harga emas bisa menembus rekor baru di kuartal kedua,” ungkap Suki Cooper, analis dari Standard Chartered. Proyeksi bank tersebut menargetkan harga emas mencapai $3.300/oz pada kuartal ini.
Ingin terus update tentang analisa pasar dan tren harga emas terbaru? Kunjungi sosial media kami di Linktree, YouTube EWFPRX, atau Instagram @equityworld_praxis.official untuk info terkini dan konten edukatif lainnya.
Ketegangan memuncak setelah Kementerian Keuangan Tiongkok menyatakan akan mengenakan tarif tambahan sebesar 34% untuk seluruh produk asal AS mulai 10 April, sebagai respons terhadap kebijakan tarif balasan dari Trump yang diumumkan awal pekan ini.
Dampaknya langsung terasa di pasar saham global yang kembali melemah dua hari berturut-turut, memperbesar kekhawatiran investor akan kemungkinan terjadinya resesi global.
Sementara itu, laporan tenaga kerja AS menunjukkan bahwa ekonomi menambahkan 228.000 pekerjaan pada Maret, jauh melampaui ekspektasi pasar sebesar 135.000 pekerjaan. Namun, tingkat pengangguran justru sedikit lebih tinggi di angka 4,2%, dibandingkan dengan ekspektasi 4,1%.
“Data ketenagakerjaan ini bisa memperkuat posisi The Fed untuk menunda penurunan suku bunga,” ujar Alex Ebkarian, Chief Operating Officer di Allegiance Gold.
Padahal, emas biasanya lebih menguntungkan di tengah suku bunga rendah. Pasar masih memproyeksikan pemangkasan suku bunga The Fed sebesar 120 basis poin hingga akhir tahun, dengan dimulainya pelonggaran pada bulan Juni.
Kini perhatian investor tertuju pada pidato Ketua The Fed Jerome Powell yang dijadwalkan dalam waktu dekat, guna mencari petunjuk arah kebijakan moneter berikutnya.
Di sisi lain, harga logam mulia lain juga turut melemah. Harga perak spot anjlok 4,9% ke $30,32 per ons—kinerja mingguan terburuk sejak September 2020. Platinum merosot 2,8% ke $925,55 dan paladium melemah 1,4% ke $915,21.
🔗 Tertarik memantau dan menguji strategi Anda di pasar emas dan logam mulia tanpa risiko? Yuk coba platform simulasi trading kami di DEMO EWF! Siapapun bisa mulai belajar dari sekarang.
