0 0
Read Time:2 Minute, 1 Second

Harga perak terjun ke level terendah dalam lebih dari delapan minggu pada Jumat lalu, seiring kekhawatiran terhadap permintaan logam industri ini kembali mencuat. Sentimen pasar dibayangi oleh risiko resesi yang muncul akibat gelombang tarif baru dari Presiden AS Donald Trump.

Berbeda dengan emas yang cenderung menjadi aset lindung nilai saat krisis, perak memiliki fungsi ganda—sebagai logam mulia sekaligus bahan baku industri. Lebih dari separuh permintaan global perak, yang diperkirakan mencapai 700,2 juta troy ons pada 2024 menurut Silver Institute, berasal dari sektor industri seperti elektronik dan panel surya. Hal inilah yang membuat perak lebih sensitif terhadap kondisi ekonomi global.

Sementara harga emas berhasil mencetak rekor demi rekor sepanjang 2025, perak justru kesulitan menembus kembali level tertingginya dalam 12 tahun di $34,87 per ons yang dicapai pada 22 Oktober 2024. Kini, perak diperdagangkan di kisaran $31,00 per ons—turun hampir 9% hanya dalam tiga hari sejak pengumuman tarif terbaru oleh Trump.

Jangan ketinggalan insight pasar dan analisa terbaru dari tim kami! Ikuti perjalanan kami di Linktree, YouTube EWFPRX, atau Instagram @equityworld_praxis.official dan jadilah yang pertama tahu perkembangan dunia trading!

Aakash Doshi, Kepala Strategi Emas Global di State Street Global Advisors, menyatakan bahwa perak kemungkinan akan terus tertinggal dari emas hingga ada kepastian lebih terkait arah ekonomi dan meredanya risiko tarif serta perdagangan. “Karena perak sangat terkait dengan aktivitas industri dan indikator manufaktur seperti PMI, sentimen negatif bisa bertahan,” ujarnya.

Di sisi lain, emas terus menguat didorong oleh pembelian besar-besaran dari bank sentral, lonjakan dana yang mengalir ke ETF berbasis emas, serta kekhawatiran inflasi. Harga spot emas bahkan mencapai rekor tertinggi $3.167,57 per ons pada Kamis lalu.

Namun, rasio emas terhadap perak—yang mengukur jumlah ons perak yang dibutuhkan untuk membeli satu ons emas—kini berada di angka 100, tertinggi sejak Juni 2020. Ini menunjukkan betapa lebarnya jarak performa antara dua logam mulia tersebut.

“Permintaan safe haven memang membantu harga perak, tapi dampak negatif dari sisi industri membatasi potensi kenaikannya,” kata Ricardo Evangelista, analis senior di ActivTrades. Ia memperkirakan harga perak akan bergerak dalam rentang sempit, dengan level support di $33,5 dan resistance di $34,5.

Harga perak pun bergerak sejalan dengan logam industri lain yang ikut tertekan oleh kekhawatiran atas pertumbuhan global dan lemahnya permintaan akibat ketegangan dagang internasional.

🔗 Penasaran ingin mencoba trading tanpa risiko? Yuk mulai belajar dengan akun simulasi kami di DEMO EWF! Cocok untuk pemula maupun profesional yang ingin mengasah strategi.

 

About Post Author

IT Sby Praxis

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *