Lagi-lagi, harga emas dunia harus menelan pil pahit. Setelah sempat merosot tajam karena sentimen kesepakatan dagang antara Amerika Serikat dan Inggris, harga emas mulai menunjukkan tanda-tanda pemulihan.
Pada perdagangan Kamis (8/5/2025), harga emas di pasar global anjlok hingga 1,76%, menyentuh US$3.305,25 per troy ons—melanjutkan tren pelemahan selama dua hari berturut-turut. Namun, di awal perdagangan Jumat (9/5/2025) pukul 06.15 WIB, emas berhasil bangkit tipis 0,34% ke level US$3.316,49 per troy ons di pasar spot.
Pemicu utama penurunan ini adalah pengumuman dari Presiden AS Donald Trump dan Perdana Menteri Inggris Keir Starmer mengenai kesepakatan dagang “terobosan”. AS tetap menerapkan tarif 10% atas barang dari Inggris, namun Inggris sepakat menurunkan tarif dari 5,1% menjadi 1,8%, serta memberi akses lebih besar untuk barang-barang AS. Sentimen ini menumbuhkan ekspektasi akan kesepakatan dagang serupa dengan negara-negara lain, yang berdampak negatif terhadap harga emas sebagai aset lindung nilai.
📲 Ingin tahu lebih banyak soal pergerakan harga emas, analisa teknikal, dan insight pasar harian lainnya? Yuk, ikuti kami di sosial media melalui Linktree resmi EW-Futures, atau langsung cek update pasar kami di YouTube @ewfprx dan Instagram resmi kami!
Menurut Bob Haberkorn, Senior Market Strategist di RJO Futures, jika AS berhasil mencapai kesepakatan dagang dengan China, maka tekanan terhadap harga emas akan semakin kuat. “Harga emas bisa kembali turun setidaknya ke US$3.200 per troy ons,” ujarnya kepada Reuters.
Sebagai informasi tambahan, Menteri Keuangan AS Scott Bessent dan Perwakilan Dagang Jamieson Greer dijadwalkan bertemu dengan pejabat ekonomi utama China pada hari Sabtu di Swiss—yang bisa menjadi kunci penentu arah harga emas dalam beberapa waktu ke depan.
Sementara itu, kabar positif datang dari bank sentral China yang telah menyetujui peningkatan kuota pembelian valuta asing untuk bank-bank komersial guna membayar impor emas. Analis OANDA, Zain Vawda, menilai langkah ini berpotensi mengerek permintaan emas dari China, meski saat ini dinamika pasar masih didominasi oleh isu tarif.
Dari sisi logistik, cadangan emas di brankas London meningkat selama April, seiring kembalinya emas dari New York pasca-dislokasi. Ini merupakan buntut dari pengiriman masif emas ke AS antara Desember 2024 hingga Maret 2025, guna mengantisipasi potensi tarif AS atas impor logam mulia.
💡 Tertarik ikut memantau dan menguji strategi trading emas Anda sendiri? Coba sekarang juga di platform simulasi DEMO EWF kami—gratis dan tanpa risiko! Klik di sini untuk mulai 👉 https://demo.ew-futures.com/
