Sobat PR, indeks Hang Seng kembali dalam tekanan hari ini, setelah penutupan sebelumnya melemah 1,2% ke level 23.544,31. Penurunan ini juga diikuti oleh indeks China Enterprise (HSCE) yang merosot 1,2% ke posisi 8.557,64, dan kontrak Hang Seng berjangka bulan Mei 2025 yang turun 1,18% menjadi 23.502.
Aksi koreksi ini menjadi sinyal bahwa pasar masih dibayangi oleh sentimen negatif, terutama usai aksi jual di Wall Street semalam. Kekhawatiran atas stabilitas fiskal Amerika Serikat membuat pelaku pasar lebih berhati-hati, sehingga indeks Hang Seng pun harus rela mundur dari posisi tertingginya dalam dua bulan terakhir.
📱 Biar nggak ketinggalan info penting dan strategi trading jitu, yuk follow akun media sosial kami! Temukan insight harian, edukasi market, dan video market update lewat Linktree kami, atau langsung cek YouTube EWF PRX dan Instagram Official EWF Praxis. Stay connected, stay profitable!
Kondisi pasar global juga kurang kondusif hari ini. Wall Street ditutup bervariasi, hanya Nasdaq yang berhasil bertahan di zona hijau setelah turunnya yield obligasi AS. Di sisi lain, harga minyak mentah WTI juga terkoreksi 0,6% ke $61,2 per barel karena rumor bahwa OPEC+ akan menaikkan produksi mulai Juli.
Secara teknikal, analis Vibiz Research Center memperkirakan indeks Hang Seng masih rentan terkoreksi. Jika tekanan jual berlanjut, indeks berpotensi turun lebih dulu ke level 23.550, dan bisa saja menguji support berikutnya di level S1 hingga S2.
🔍 Penasaran bagaimana rasanya trading di pasar seperti Hang Seng secara real-time tapi bebas risiko? Coba sekarang juga lewat platform simulasi trading kami di DEMO EWF – Trading Tanpa Risiko, Belajar dengan Serius. Cocok untuk trader pemula maupun yang ingin menguji strategi!
