Harga minyak mentah kembali melemah pada Rabu (1/10), memperpanjang penurunan dari dua sesi sebelumnya. Tekanan datang dari ekspektasi bahwa OPEC+ akan meningkatkan produksi bulan depan, sementara data ekonomi dari AS dan Asia menunjukkan tanda-tanda penurunan permintaan energi. Kontrak Brent Desember turun 0,9% ke US$65,47 per barel, dan WTI November juga melemah 0,9% ke US$61,84 per barel.
Untuk analisis mendalam dan update pasar komoditas, kunjungi situs resmi PT. Equityworld Futures Praxis Surabaya.
Kedua acuan harga kini berada di level terendah sejak awal September, setelah sebelumnya turun lebih dari 3% pada Senin dan 1,5% pada Selasa. Tekanan muncul karena pasar memperkirakan OPEC+ akan meningkatkan produksi hingga 500.000 barel per hari pada November—jumlah yang sama dengan kenaikan bulan sebelumnya. Analis Rystad Energy, Janiv Shah, menilai perlambatan penurunan cadangan minyak AS bisa menjadi tanda awal pembalikan arah tren bullish.
Ikuti kabar terkini seputar pergerakan minyak dan energi global di akun resmi kami Instagram Equityworld Praxis Official.
Meski begitu, terdapat perbedaan pandangan di internal OPEC. Beberapa sumber menyebut Arab Saudi berupaya merebut kembali pangsa pasar dengan menaikkan suplai, namun OPEC menegaskan melalui unggahan di platform X (Twitter) bahwa laporan kenaikan produksi 500.000 barel per hari tersebut tidak akurat. Ketidakpastian ini membuat pasar tetap berhati-hati.
Di sisi lain, laporan dari American Petroleum Institute (API) menunjukkan bahwa cadangan minyak mentah AS menurun, sementara stok bensin dan distilat meningkat pada pekan yang berakhir 26 September. Kondisi ini menambah tekanan terhadap harga karena menunjukkan pergeseran permintaan di pasar energi utama dunia.
Bagi kamu yang ingin mengasah strategi perdagangan komoditas tanpa risiko, coba akun demo gratis kami di demo.ew-futures.com. Untuk berita ekonomi global terbaru, kunjungi newsmaker.id, atau lihat seluruh kanal resmi kami di Linktree EWF Praxis
