Harga minyak dunia turun untuk hari keempat berturut-turut karena ekspektasi bahwa OPEC+ akan menyetujui pengembalian pasokan yang sempat dihentikan. Sentimen risk-off juga meningkat akibat ketidakpastian politik di Amerika Serikat yang berpotensi memicu shutdown pemerintahan. Minyak WTI bergerak mendekati US$61 per barel, sementara Brent berada di sekitar US$65 per barel.
Untuk informasi lebih lanjut tentang analisis pasar dan peluang investasi, kunjungi situs resmi PT. Equityworld Futures Praxis Surabaya.
Tanda-tanda kelebihan pasokan mulai terlihat di kawasan Timur Tengah, bersamaan dengan meningkatnya stok crude oil dan bensin di AS. Ketidakpastian politik di Washington memperburuk suasana pasar. Juru bicara Gedung Putih Karoline Leavitt memperingatkan bahwa shutdown dapat menyebabkan ribuan PHK, sementara Ketua DPR Mike Johnson menolak kompromi untuk RUU pendanaan sementara, menekan minat risiko investor.
Ikuti pembaruan terkini mengenai pergerakan harga minyak dan komoditas lainnya melalui akun resmi kami di Instagram Equityworld Praxis Official.
Selain faktor politik, pasar juga menunggu hasil pertemuan OPEC+ pada akhir pekan. Kemungkinan percepatan peningkatan produksi memberi tekanan tambahan pada harga. Beberapa bank besar Wall Street bahkan memperkirakan harga Brent bisa turun ke kisaran US$50-an tahun depan. Meski begitu, permintaan dari China yang membeli minyak untuk cadangan strategis sempat memberi dukungan, meski pembelian ini bisa melambat tahun depan menurut analisis Rystad Energy.
Bagi kamu yang ingin mencoba simulasi trading minyak tanpa risiko, buka akun demo di demo.ew-futures.com. Kamu juga bisa membaca berita komoditas dan ekonomi global terkini di newsmaker.id atau menemukan semua tautan sosial media resmi kami melalui Linktree EWF Praxis.
