Harga minyak dunia mencatat penurunan terbesar dalam sepekan, dipicu oleh optimisme hati-hati terhadap meredanya ketegangan di Timur Tengah serta meningkatnya ekspektasi surplus pasokan global. Kontrak Brent sempat turun ke bawah US$ 65 per barel, setelah sebelumnya ditutup melemah 1,6% pada Kamis. Israel dikabarkan menyetujui kerangka kerja dengan Hamas untuk pertukaran sandera dan tahanan, membuka peluang menuju perjanjian damai yang dapat meredakan gejolak geopolitik di kawasan.
Untuk mengenal lebih jauh produk investasi dan analisis pasar global, kunjungi situs resmi PT. Equityworld Futures Praxis Surabaya.
Selain faktor geopolitik, tekanan tambahan datang dari kebijakan Amerika Serikat yang menjatuhkan sanksi terhadap lebih dari 50 entitas terkait perdagangan energi Iran, termasuk perusahaan dan kapal tanker yang beroperasi di Asia. Tiongkok pun menanggapi dengan mengenakan biaya pelabuhan tambahan pada kapal-kapal asal AS, memperkeruh hubungan dagang dua negara besar tersebut.
Ikuti berita dan insight pasar terkini melalui kanal media sosial resmi kami di Linktree EWF Praxis.
Dari sisi fundamental, pasar minyak kini menghadapi potensi surplus pasokan yang signifikan. Produksi meningkat dari anggota dan non-anggota OPEC+, yang baru-baru ini sepakat menaikkan kuota guna merebut kembali pangsa pasar global. Namun, sejumlah analis menilai pandangan pesimis terhadap harga minyak belum sepenuhnya seimbang, karena pertumbuhan stok masih lebih lambat dari ekspektasi.
Jika Anda ingin memahami lebih dalam pergerakan pasar energi dan mencoba strategi trading tanpa risiko, kunjungi akun demo resmi EWF Futures untuk simulasi langsung.
Menurut Barclays, harga minyak masih bergerak dalam rentang sempit meskipun kebijakan OPEC+ longgar. Sementara itu, analis Citigroup menilai perbedaan pandangan antar pelaku pasar menunjukkan ketidakpastian jangka pendek masih tinggi. Hingga pukul 10:19 pagi waktu London, harga Brent Desember turun 0,8% menjadi US$ 64,71 per barel.
Baca juga berita ekonomi dan energi global lainnya di portal NewsMaker.id, mitra informasi resmi EWF Praxis Surabaya.
