0 0
Read Time:1 Minute, 53 Second

Harga emas menembus $4.200 per ons untuk pertama kalinya pada Rabu (15/10), memperpanjang reli tajam di tengah meningkatnya ekspektasi pemangkasan suku bunga AS dan ketidakpastian geopolitik global. Emas spot naik 1,5% menjadi $4.203,79 per ons, sementara emas berjangka Desember naik 1,4% ke $4.220,20. Lonjakan ini menegaskan kuatnya minat investor terhadap aset safe haven di tengah kondisi ekonomi yang goyah.

Ingin memahami lebih jauh faktor penggerak harga emas dan strategi investasinya? Kunjungi website resmi PT. Equityworld Futures Praxis Surabaya untuk mengetahui profil perusahaan, layanan investasi, dan analisis pasar terkini.

Sepanjang tahun ini, harga emas telah melonjak sekitar 58%, didorong oleh kombinasi faktor seperti ketegangan geopolitik, ekspektasi pemangkasan suku bunga The Fed, pembelian agresif oleh bank sentral, serta tren dedolarisasi global. Menurut analis Ricardo Evangelista dari ActivTrades, prospek jangka menengah hingga panjang masih positif: “Berlanjutnya penutupan pemerintah AS, kebijakan dovish The Fed, dan tensi dagang AS–Tiongkok dapat mendorong harga emas ke arah $5.000 per ons.”

Ikuti pembaruan harian dan analisis pasar melalui akun Instagram resmi Equityworld Praxis agar selalu mendapat insight terbaru tentang pergerakan harga emas dan peluang trading.

Dolar AS melemah terhadap sekeranjang mata uang utama setelah komentar dovish dari Ketua The Fed Jerome Powell, yang memperkuat ekspektasi penurunan suku bunga sebesar 25 basis poin pada Oktober dan Desember, dengan peluang masing-masing 96% dan 93%. Kondisi ini menjadi katalis utama penguatan emas, mengingat logam mulia cenderung naik ketika imbal hasil suku bunga turun.

Coba latihan strategi trading Anda dengan aman melalui akun demo resmi Equityworld Futures dan pahami cara membaca peluang pasar secara real time tanpa risiko modal.

Selain faktor kebijakan moneter, komentar Presiden AS Donald Trump tentang kemungkinan pemutusan hubungan dagang dengan Tiongkok juga menambah tekanan geopolitik global. Penutupan sebagian pemerintah AS turut memperburuk ketidakpastian karena menghentikan aliran data ekonomi resmi yang dibutuhkan pembuat kebijakan di berbagai negara.

Sebagai aset lindung nilai terhadap inflasi dan ketidakstabilan, emas terus menjadi pilihan utama investor global. Meski Indeks Kekuatan Relatif (RSI) saat ini berada di 85, menunjukkan kondisi overbought, analis seperti Soni Kumari dari ANZ memperkirakan tren kenaikan masih berlanjut seiring melemahnya dolar dan prospek pelonggaran moneter lebih lanjut.

Untuk berita ekonomi dan komoditas global lainnya, kunjungi Newsmaker.id atau akses seluruh kanal media kami melalui Linktree EWF Praxis Surabaya

About Post Author

IT Sby Praxis

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *