0 0
Read Time:1 Minute, 38 Second

Harga minyak melemah usai pertemuan antara Presiden AS Donald Trump dan Presiden Tiongkok Xi Jinping, yang menghasilkan kemajuan pada sejumlah isu namun tidak menyentuh topik minyak. Minyak Brent turun di bawah $65 per barel, sementara WTI mendekati $60. Trump menyebut perang di Ukraina menjadi pembahasan utama, namun isu energi tidak dibicarakan lebih lanjut.
🌐 Kenali lebih jauh produk dan profil investasi kami di PT. Equityworld Futures Praxis Surabaya.

Sebelum pertemuan, Amerika Serikat menjatuhkan sanksi pada beberapa produsen besar Rusia guna menekan Moskow. Trump juga sempat berencana mendesak Beijing untuk memangkas impor minyak dari Rusia, namun isu tersebut akhirnya tidak dimasukkan dalam agenda resmi. Sementara itu, di pasar global, harga minyak terus bergerak menuju penurunan bulanan ketiga berturut-turut, menjadi tren negatif terpanjang sejak kuartal III tahun lalu akibat kekhawatiran kelebihan pasokan.
📲 Dapatkan pembaruan pasar energi dan komoditas terkini di Instagram resmi kami.

Tekanan terbesar datang dari ekspektasi kenaikan pasokan oleh OPEC+ dan produsen lainnya. Analis memperkirakan peningkatan produksi dapat melampaui pertumbuhan permintaan global. Badan Energi Internasional (IEA) bahkan memperingatkan potensi surplus besar pada 2026, meskipun Saudi Aramco menyampaikan pandangan yang lebih optimistis tentang stabilitas pasar.
📰 Untuk analisis lengkap seputar energi dan keuangan global, kunjungi Newsmaker.id.

Koalisi OPEC+ dijadwalkan menggelar pertemuan penting pada 2 November, dengan kemungkinan keputusan menaikkan kuota produksi sekitar 137.000 barel per hari untuk Desember, menurut proyeksi RBC Capital Markets. Bank Westpac menilai pergerakan Brent tetap “bergejolak” di kisaran $60–$65 per barel, bahkan berpotensi menembus di bawah $60 jika tekanan pasokan berlanjut.
💡 Ingin memahami dinamika pasar minyak secara langsung? Coba fitur akun demo trading gratis di platform kami.

Pada pukul 14.00 waktu Singapura, Brent kontrak Desember turun 0,6% ke $64,54 per barel, sementara WTI Desember melemah 0,5% ke $60,17. Kini pasar menantikan hasil rapat OPEC+ dan tindak lanjut hubungan dagang AS–Tiongkok untuk menentukan apakah langkah-langkah itu cukup menahan tekanan akibat kelebihan pasokan global.
📎 Temukan tautan resmi media sosial dan sumber informasi kami di Linktree Equityworld Futures Praxis.

About Post Author

IT Sby Praxis

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *