Harga minyak global kembali berada di jalur pelemahan untuk bulan ketiga berturut-turut. Tekanan ini muncul akibat kekhawatiran pasar terhadap potensi kelebihan pasokan, terlebih menjelang keputusan OPEC+ yang diprediksi akan kembali meningkatkan produksi akhir pekan ini. Minyak mentah Brent bergerak mendekati level $64 per barel, sementara WTI bertahan di sekitar $60, mencerminkan pelemahan bulanan lebih dari 3%.
π Ikuti update terkait kondisi pasar komoditas di Instagram kami: Equityworld Praxis Official
Para pelaku pasar juga mencermati efek lanjutan dari sanksi Barat terhadap Rusia, termasuk kebijakan baru Amerika Serikat yang menargetkan produsen besar seperti Rosneft PJSC dan Lukoil PJSC. Dampaknya, beberapa kilang di India menghentikan pembelian minyak Rusia untuk bulan-bulan mendatang dan mulai mencari sumber suplai alternatif. Meski ketegangan dagang ASβTiongkok sempat mereda, harga Brent tetap turun sekitar 13% sepanjang tahun ini karena proyeksi surplus pasokan global.
π Ingin tahu lebih banyak tentang profil dan produk perusahaan kami? Kunjungi: PT. Equityworld Futures Praxis Surabaya
Badan Energi Internasional bahkan memperingatkan potensi terjadinya surplus rekor pada tahun 2026 jika tren peningkatan produksi terus berlanjut. Kondisi ini menjadi sorotan utama menjelang pertemuan OPEC+, yang rencananya akan membahas langkah strategis untuk menjaga keseimbangan pasar.
π Cek juga kumpulan kanal resmi kami melalui Linktree: linktr.ee/ewfprx
Dalam pertemuan akhir pekan ini, OPEC+ diperkirakan akan menyetujui kenaikan moderat sekitar 137.000 barel per hari, yang menjadi bagian dari rangkaian penyesuaian produksi berkelanjutan. Sebelumnya, koalisi ini bahkan sempat memulihkan 2,2 juta barel per hari lebih cepat dari jadwal. Meski demikian, peningkatan kali ini dirancang lebih bertahap untuk menghindari guncangan pasar.
π Ikuti berita dan analisis ekonomi lainnya di portal resmi kami: Newsmaker EWF
Di pasar fisik, harga terbaru menunjukkan tekanan yang belum mereda. Minyak mentah Brent untuk pengiriman Desember turun 0,5% menjadi $64,70 per barel, sedangkan WTI melemah ke $60,24 per barel. Angka-angka ini menandai tren bearish yang masih berlanjut, memperkuat kekhawatiran bahwa pasar minyak tengah menghadapi ketidakseimbangan yang semakin nyata.
π Tertarik mencoba simulasi trading? Mulai dengan akun demo gratis: Demo Trading EWF
