Perak bergerak di kisaran tinggi (kontrak Desember COMEX sekitar $48–49/oz) seiring meluasnya sentimen “risk-off” dan melemahnya dolar AS. Lonjakan PHK versi Challenger pada Oktober meningkatkan keyakinan pasar bahwa The Fed mungkin akan memangkas suku bunga lebih cepat, sehingga meningkatkan minat pada logam mulia. Meski begitu, reli perak relatif lebih kalem dibanding emas karena perak sangat bergantung pada siklus industri.
Untuk informasi lebih lengkap soal produk trading logam mulia, kunjungi website PT. Equityworld Futures Praxis Surabaya.
Dari sisi fundamental, keseimbangan pasar jangka menengah tetap ketat. The Silver Institute memperkirakan defisit pasokan akan berlanjut pada 2025, meski ada pengurangan penggunaan per panel di industri surya (“thrifting”). Panel surya tetap menjadi pendorong permintaan perak, namun pengurangan kandungan perak untuk menekan biaya dapat menahan laju permintaan fisik jika ekonomi global melambat.
Ke depan, arah perak akan ditentukan oleh gabungan faktor makro, seperti arah dolar dan imbal hasil US Treasury, laju pemotongan suku bunga The Fed, serta indikator permintaan industri dari sektor surya dan elektronik. Revisi proyeksi terbaru dari beberapa bank investasi yang menaikkan perkiraan harga rata-rata perak 2025 menunjukkan sentimen pasar masih konstruktif, namun tetap sensitif terhadap kabar perlambatan manufaktur.
Bagi investor yang ingin mencoba strategi trading perak secara praktis, bisa memulai dengan akun demo Equityworld Futures. Jangan lupa juga ikuti Instagram Equityworld Praxis untuk update pasar, tips trading, dan berita terbaru seputar logam mulia.
