Harga minyak kembali naik pada Senin (10/11), didorong oleh sentimen risk-on setelah munculnya kesepakatan bipartisan yang membuka peluang berakhirnya penutupan pemerintah AS. West Texas Intermediate (WTI) menguat sekitar 0,6% dan kembali bertahan di atas $60 per barel, sementara Brent menetap di kisaran $64. Reli ekuitas global, dipimpin saham teknologi, ikut mengangkat semangat pasar energi menjelang pekan penuh rilis data penting.
π Ikuti update pasar dan informasi perusahaan melalui Instagram:
Equityworld Praxis Official
Meski harga bergerak naik, pasar tetap menyimpan kekhawatiran mengenai potensi surplus global. Dalam enam minggu terakhir, harga minyak telah turun lima kali akibat kombinasi peningkatan produksi dari OPEC+, pelonggaran pemangkasan output, dan bertambahnya suplai dari produsen di luar aliansi, termasuk Amerika Serikat.
π Kenali profil perusahaan & layanan trading kami di:
Equityworld Futures Praxis Surabaya
Pekan ini, pasar menantikan sejumlah laporan penting. OPEC akan merilis analisis bulanan pada Rabu, disusul prospek energi tahunan dari IEA di hari yang sama, dan laporan bulanan reguler pada Kamis. Data tersebut sangat dinantikan untuk melihat apakah surplus yang telah lama diprediksi mulai menunjukkan tanda-tanda nyata.
π Akses seluruh kanal resmi perusahaan melalui Linktree:
linktr.ee/ewfprx
Di sisi geopolitik, sanksi AS terhadap Rosneft PJSC dan Lukoil PJSC kembali jadi perhatian setelah beberapa negara berupaya memastikan operasi perusahaan Rusia tersebut tetap berjalan. Gunvor Group dilaporkan gagal dalam upaya akuisisi aset Lukoil, sementara Irak memindahkan pengelolaan ladang West Qurna 2 ke dua perusahaan negara demi menjaga produksi stabil setelah Lukoil mengumumkan force majeure.
π Ikuti perkembangan global & analisis pasar energi melalui portal news kami:
Newsmaker EWF
Meski sanksi memberikan sedikit dukungan pada harga, fundamental pasar masih dinilai lemah. Permintaan Asia relatif terpenuhi, harga minyak Dubai melemah, dan Arab Saudi serta Irak menurunkan harga jual resmi mereka. Namun Rusia tetap menegaskan bahwa aliran minyaknya tidak sepenuhnya terhenti; India, menurut otoritas Rusia, masih terus membeli minyak mentah negara tersebutβberbeda dengan klaim Presiden Donald Trump minggu lalu.
π Ingin mencoba analisis pasar secara langsung? Gunakan akun demo gratis:
Akun Demo Trading EWF
