Harga perak (XAG/USD) mencatat kenaikan tiga sesi berturut-turut, pagi ini diperdagangkan sekitar $50,90 per ons di pasar Asia. Logam “non-bunga” ini menjadi sorotan karena ketidakpastian ekonomi AS membuat ekspektasi pemangkasan suku bunga The Fed semakin kuat. Pernyataan Gubernur Fed Stephen Miran di CNBC, yang menyebut inflasi mulai mereda dan membuka kemungkinan pemotongan suku bunga hingga 50 basis poin pada Desember (atau minimal 25 bps), semakin menguatkan sentimen bullish.
Data ekonomi AS juga mendukung reli perak. Tingginya angka kehilangan pekerjaan pada Oktober—khususnya di sektor pemerintah dan ritel—serta penurunan sentimen konsumen ke level terendah 3,5 tahun menambah dorongan bagi investor untuk mencari aset safe-haven. Berdasarkan CME FedWatch, pasar kini menilai peluang pemangkasan suku bunga 25 bps sebesar sekitar 62%.
Namun, euforia rally perak berpotensi tertahan jika penutupan pemerintahan AS (shutdown) segera berakhir. Senat telah menyetujui RUU pendanaan dengan suara 60–40, dan RUU kini dibawa ke DPR, sementara Presiden Trump menyatakan dukungan terhadap langkah ini.
Jika pemerintah kembali beroperasi penuh, rilis data resmi AS akan kembali normal, berpotensi menggerakkan dolar AS dan imbal hasil obligasi. Kondisi ini bisa menjadi ujian bagi ketahanan rally perak, karena pergerakan USD/yield biasanya berbanding terbalik dengan harga logam mulia.
Dengan demikian, rally perak saat ini didorong kombinasi ketidakpastian ekonomi dan ekspektasi pemangkasan suku bunga, namun faktor-faktor politik dan data resmi bisa menjadi penguji momentum jangka pendek.
