Harga Emas Melemah Tipis di Tengah Aksi Ambil Untung dan Ekspektasi Pemangkasan Suku Bunga The Fed
Harga emas bergerak turun tipis pada Selasa karena investor melakukan aksi ambil untung setelah harga menyentuh level tertinggi enam minggu pada sesi sebelumnya. Meski demikian, ekspektasi pemangkasan suku bunga Federal Reserve tetap menjadi penopang utama menjelang rilis data ekonomi penting Amerika Serikat.
Sebelum lanjut membaca, cek juga profil perusahaan dan produk trading di PT Equityworld Futures Praxis Surabaya melalui tautan berikut: https://www.equityworld-futures.com.
Pada perdagangan spot, emas terkoreksi 0,3% ke level $4.219,96 per troy ounce pada pukul 09:58 a.m. ET, setelah sempat jatuh lebih dari 1% di awal sesi. Sementara itu, kontrak berjangka emas AS untuk pengiriman Februari melemah 0,5% ke posisi $4.253,10 per ounce.
Untuk update berita dan insight pasar lainnya, jangan lupa ikuti kanal resmi kami di Linktree: https://linktr.ee/ewfprx.
Menurut Peter Grant, Wakil Presiden sekaligus Senior Metals Strategist di Zaner Metals, penurunan harga ini lebih besar dipengaruhi aksi profit taking. Ia menambahkan bahwa fokus pasar masih tertuju pada peluang pemangkasan suku bunga, dan tren ini tetap stabil. Grant bahkan memperkirakan adanya pola kelanjutan yang berpotensi membawa emas ke level $5.000 pada awal tahun depan.
Sambil mempelajari tren emas, kamu juga bisa mencoba fitur trading melalui akun demo gratis di sini: https://demo.ew-futures.com/login.
Ekspektasi pasar terhadap pemangkasan suku bunga semakin menguat setelah data ekonomi terbaru menunjukkan perlambatan bertahap pada ekonomi AS. Trader kini memproyeksikan peluang 87% bahwa The Fed akan memangkas suku bunga sebesar 25 basis poin pada pertemuan minggu depan. Investor juga menantikan rilis data ketenagakerjaan ADP untuk November serta Indeks PCE yang sempat tertundaβindikator inflasi favorit The Fed.
Untuk informasi dan analisis ekonomi lainnya, kamu bisa mengunjungi portal berita kami: https://www.newsmaker.id.
Dari sisi permintaan, bank-bank sentral tercatat membeli 53 ton emas pada Oktober, naik 36% secara bulanan dan menjadi pembelian bulanan terbesar sejak awal 2025. Sementara itu, harga perak melemah 0,4% ke $57,42 per ounce setelah menyentuh rekor $58,83 pada Senin, meskipun secara year-to-date sudah melonjak lebih dari 100%.
Commerzbank mencatat bahwa lonjakan harga perak sebelumnya tidak dipicu faktor baru, melainkan karena pasokan yang ketat dan inventori rendah di bursa Shanghai. Bank tersebut masih memperkirakan kenaikan moderat menuju $59 pada tahun mendatang. Adapun platinum turun 2% ke $1.624,20, sementara palladium justru menguat 0,7% ke $1.434,29.
Untuk informasi terbaru seputar kegiatan perusahaan dan kontak langsung, silakan mampir ke Instagram resmi kami: https://www.instagram.com/equityworld_praxis.official.
