Harga Minyak Stabil Usai Anjlok Tajam, Risiko Geopolitik Mereda
Harga minyak dunia bergerak stabil setelah mencatat penurunan terdalam dalam enam bulan terakhir pada sesi sebelumnya, seiring meredanya risiko geopolitik dan tekanan jual besar-besaran di pasar komoditas mulai berkurang.
Kontrak West Texas Intermediate (WTI) diperdagangkan di kisaran US$62 per barel setelah anjlok 4,7% pada Senin, sementara Brent bertahan di atas US$66 per barel. Sentimen pasar membaik setelah Presiden AS Donald Trump menyatakan bahwa pembicaraan dengan Iran terkait kesepakatan nuklir baru berpotensi dimulai dalam beberapa hari ke depan, menyusul sinyal kesiapan Teheran untuk kembali bernegosiasi.
Tekanan pada harga minyak juga berasal dari gelombang aksi jual di pasar komoditas, terutama logam. Emas sempat jatuh sekitar 10% pada Senin, sementara tembaga anjlok lebih dari 5%, melanjutkan tren penurunan yang sudah dimulai sejak Jumat. Koreksi tajam ini memicu sentimen risk-off yang menyeret hampir seluruh kompleks komoditas, termasuk energi.
Penurunan terbaru ini terjadi setelah WTI membukukan kenaikan bulanan terbesar sejak 2023. Reli bulan lalu didorong oleh arus modal besar ke aset komoditas, kekhawatiran konflik dengan Iran, serta sejumlah gangguan pasokan yang membuat pasar terlihat lebih ketat di awal tahunโmeskipun secara fundamental pasokan global masih dinilai relatif tinggi.
Di sisi lain, Trump juga menyinggung rencana pelonggaran tarif terhadap India, sebagai bagian dari upaya mendorong Perdana Menteri Narendra Modi menghentikan pembelian minyak Rusia. Data menunjukkan pengiriman minyak dari Moskow ke pelabuhan India telah turun ke level terendah dalam lebih dari tiga tahun, menambah volume โstokโ barel yang terkena sanksi dan belum terserap sepenuhnya di pasar global.
Secara keseluruhan, stabilisasi harga ini mencerminkan fase konsolidasi setelah koreksi tajam. Tanpa munculnya gangguan pasokan baru, arah minyak ke depan akan sangat bergantung pada perkembangan diplomasi ASโIran, dinamika perdagangan global, serta apakah tekanan jual di pasar komoditas benar-benar mereda.
(asd)
Sumber: Newsmaker.id
