Harga Minyak Dunia Anjlok 2%, Sentuh Level Terendah Sepekan
Harga minyak mentah global turun sekitar 2% dan menyentuh level terendah dalam sepekan pada perdagangan Kamis. Minyak Brent melemah ke USD 64,06 per barel, sementara West Texas Intermediate (WTI) turun ke USD 59,36 per barel.
Penurunan ini terjadi setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump meredakan ancaman terkait Greenland dan Iran, serta munculnya perkembangan positif terkait konflik RusiaโUkraina, yang secara keseluruhan menurunkan premi risiko geopolitik di pasar energi.
Trump menyatakan bahwa AS telah memperoleh akses penuh ke Greenland melalui kesepakatan dengan NATO. Kepala NATO menegaskan pentingnya peningkatan keamanan kawasan Arktik untuk mengantisipasi potensi ancaman dari Rusia dan China. Pernyataan tersebut langsung meredakan kekhawatiran pasar terhadap gangguan pasokan energi dari kawasan tersebut.
Selain itu, Trump juga menegaskan bahwa tidak akan ada aksi militer AS terhadap Iran, meskipun ia tetap memperingatkan bahwa tindakan akan diambil jika program nuklir Iran terus berlanjut. Menurut analis Saxo Bank, Ole Hansen, meredanya ketegangan di dua wilayah ini telah memangkas premi risiko pasokan minyak global.
Dari sisi geopolitik lainnya, konflik Ukraina masih menjadi perhatian. Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy menyatakan bahwa beberapa jaminan keamanan telah disepakati usai pertemuan dengan Trump, meskipun isu wilayah utama dengan Rusia masih belum terselesaikan. Jika tercapai kesepakatan damai, pasar memperkirakan pasokan minyak global dapat meningkat seiring potensi pelonggaran sanksi terhadap Rusia.
Produksi minyak Rusia sendiri tercatat turun 0,8% menjadi 10,28 juta barel per hari pada tahun lalu. Sementara itu, Venezuela kembali meningkatkan ekspor minyak setelah adanya kesepakatan yang didukung AS, ditambah reformasi undang-undang hidrokarbon yang membuka peluang bagi perusahaan asing untuk beroperasi. Tambahan pasokan ini turut menekan harga minyak.
Tekanan harga juga datang dari data persediaan AS. Energy Information Administration (EIA) melaporkan lonjakan stok minyak AS sebesar 3,6 juta barel untuk pekan yang berakhir 16 Januariโjauh di atas ekspektasi pasar sebesar 1,1 juta barel.
Meski demikian, CEO Saudi Aramco Amin Nasser menilai kekhawatiran soal kelebihan pasokan global terlalu dibesar-besarkan. Ia menyebut permintaan minyak masih solid dan persediaan global justru cenderung menurun.
Dengan kombinasi meredanya ketegangan geopolitik dan tekanan pasokan, analis memperkirakan harga minyak akan bergerak di kisaran USD 60 per barel dalam waktu dekat, sembari menunggu arah kebijakan geopolitik dan data permintaan global berikutnya.
(az)
Sumber: Newsmaker.id
